fbpx
Previous Next

Teten Masduki: Adaptasi, Inovasi Produk dan Terhubung Platform Digital Jadi Kunci Startup Bertumbuh

 

Pandemi COVID-19 telah banyak merubah berbagai sisi kehidupan dan juga cara manusia melaksanakan aktivitasnya. Universitas Paramadina bekerjasama dengan Konrad Adenauer Stiftung, Jerman, menyelenggarakan Seminar Online: The Importance of Startup Business During COVID-19 Pandemic.

Acara yang berlangsung Rabu (9/9) ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya: Malte Fristche-KAS Germany, DR. Eddi Danusaputro-CEO of Mandiri Capital,  Muhammad Neil El Himam, M.Sc.  Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Sandiaga S. Uno, Asri Meikawati Hazim, S.E., MBA-Founder dan CEO nDalem Indonesia dan dimoderatori Atikha Budhi Utami, Dosen Universitas Paramadina.  

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyampaikan bahwa "Pemerintah sedang berusaha lewat kebijakan pemulihan ekonomi nasional membantu masalah pembiayaan yang dialami UMKM. Banyak UMKM gagal bayar pinjaman di perbankan. Kami membuat program restrukturisasi pinjaman".

"Agar bisa bertahan kita perlu menyiapkan UMKM untuk melakukan reorientasi bisnis, melakukan adaptasi dan inovasi produk disesuaikan dengan permintaan produk yang baru dan terhubung Platform digital" ungkapnya.  

Director of KAS Indonesia and Timor-Leste – Jan Senkyr menyatakan "Masyarakat Indonesia memiliki minat tinggi dalam membuat usaha startup dan UMKM baru pada masa krisis ini." Selain itu dia juga menambahkan "Pemerintah indonesia sadar kondisi yang ada dan terus mengupayakan cara untuk membantu mendukung meningkatkan jumlah wirausaha."

Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah, Ph.D menyampaikan harapan bahwa cepat atau lambat vaksin akan segera ditemukan sehingga dunia akan terbebas dari covid-19. "Pasca Pandemi ini kita akan mempraktekkan beberapa kebiasaan baru. Kehadiran start up dapat menjembatanai people mobility dan people interaction di tengah masa pandemi dan pasca pandemi".   

DR. Eddi Danusaputro-CEO Mandiri Capital dalam presentasinya mengungkapkan "Saat ini per to peer landinglah yang bertumbuh. Yang perlu kita lakukan adalah fokus pada Small Medium Enterprise (SME) baik offline ataupun online. Pasar indonesia adalah pasar yang bullish. Hanya manajemen data dan AI yang belum terlalu berkembang, tapi arahnya kesana."   

"Sektor yang akan bertumbuh di masa di pandemi: fintech, ecommerce, logistik, dan yang masih butuh waktu health check." imbuhnya. 

Sandiaga Uno menceritakan latar belakang bertumbuhnya dia menjadi pengusaha adalah karena krisis 1998. "Sekarang adalah saat yang tepat untuk menjadi enterpreneur, sebagaimana saya dulu mengawalinya pada saat krisis 98". 

"Covid 19 merupakan krisis multidimensi yang membawa perubahan dan jika kita jeli kita bisa melihat peluangnya" katanya menambahkan. 

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam, M.Sc.  menyatakan bahwa "Kebijakan harus sinkronkan dan benar-benar bisa membuat ekosistem yang mendukung startup di dalam negeri." Menyinggung persaingan antar startup  "Pasar Indonesia itu luas banget. Startup besar juga masih bisa bertumbuh bersama" katanya.  

"Kelas menengah Indonesia sedang bertumbuh, konsumsi membesar sangat berbeda dengan 20 tahun yang lalu, perilaku konsumen juga berubah. Ada pertumbuhan permintaan, ini berbeda dengan di Jerman disana pasar sudah cenderung stabil" Ungkap Prof. Patrick Ziegenhain- Pakar Administrasi Bisnis dan Politik Jerman. 

Malte Fritsche-The Federal Association for Information Technology, Telecommunications and New Media, Jerman mengungkapkan "Inti ekosistem startup yang berhasil adalah: Ukuran ekosistem/kluster, jaringan lokal, jaringan global, dan skala produksinya". 

"Selama pandemi terjadi penurunan lebih dari 50% pendapatan. Namun yang menarik bahwa sebelum pandemi penjualan melalui offline sebesar 90%, dan kini bergeser terjadinya peningkatan penjualan secara online yakni sebesar 90% dari total pendapatan".  Ungkap Asri Meikawati Hazim, S.E., MBA-Founder dan CEO nDalem Indonesia dalam presentasinya. 

Dr. Fatchiah E. Kertamuda, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan "Universitas Paramadina memiliki Direktorat Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis, semoga bisa berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UMKM" ungkapnya dalam sambutan penutupnya. 

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Dewi Kurniaty  021-79181188 ext. 230

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

atau

Arief H. Tito 021-79181188 ext. 114

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed