Puasa dan Sifat-sifat orang Bertakwa

Pipip A. Rifai Hasan

Kata shawm (puasa) secara bahasa artinya menahan dari makan, minum, bicara dan berjalan. Seekor kuda yang berpantang makan dan berjalan disebut shaaim. Demikian pula angin pada waktu mereda, dan siang hari pada waktu mencapai tengah-tengahnya juga disebut shawm.

Sedangkan kata shawm dalam arti pantang bicara digunakan dalam Alquran surat Maryam/19: 26. "Katakanlah: sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini."

Dalam Islam, puasa merupakan sarana atau cara untuk mengembangkan daya-daya batin manusia yang harus dijalankan secara teratur dan terus-menerus, tanpa memandang keadaan seseorang atau suatu bangsa dalam keadaan senang atau susah. Aturan puasa Ramadan dimaksudkan untuk melatih disiplin tingkat tinggi bagi jasmani, akhlak, dan rohani manusia.

Hal ini tampak jelas dalam bentuk, tujuan dan motif puasa, yaitu bertakwa (tattaquun):menjaga diri dari kejahatan. Tattaquun berasal dari kata ittaqaa, yaitu menjaga sesuatu dari apa yang membahayakan dan melukainya, atau menjaga diri dari apa yang dikhawatirkan akan berakibat buruk pada dirinya.

Selain itu, ittaqaa juga berarti memenuhi kewajiban kepada Allah. Orang yang bertakwa (muttaqii) adalah orang yang telah mencapai derajat rohani yang sangat tinggi sebagaimana digambarkan dalam Alquran. "Allah adalah kawan orang-orang yang bertakwa" (Al-Jatsiyah/45: 19); "Allah mencintai orang-orang yang bertakwa (Alu 'Imran/3: 75; At-Tawbah/9: 4, 7); "Kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa” (Al-A'raf/7: 128; Hud/11: 49; al-Qasas/28: 83); "Sesungguhnya bagi orang-orang bertakwa tempat perlindungan yang baik" (Shaad/38: 49). Perintah menjalankan puasa bertujuan agar orang beriman dapat meraih derajat spiritualitas yang tinggi.

Di antara sifat-sifat takwa adalah:

1. Kesucian (ihshon). Kesucian yang berkenaan dengan perbuatan mengembangkan keturunan. Seorang lelaki dikatakan muhshin dan perempuan muhshon jika dia menjauhi perbuatan zina, perbuatan yang berakibat kehinaan dan kerusakan di dunia bagi yang melakukannya dan kepedihan di akhirat. Kerusakan hidup termasuk kehidupan dalam rumah tangga, masyarakat, karier dan pendidikan (QS Al-Israa'/ 17: 32).

2. Amanah: dapat dipercaya atau jujur. Seperti seseorang yang mengelola harta anak yatim sumbangan untuk mereka dengan sebaik-baiknya. Demikian juga pejabat dan petugas negara/pemerintah. Seorang yang bertakwa menyampaikan amanah kepada mereka yang berhak dan menetapkan hukum di antara manusia dengan adil (An-Nisaa'/4: 5, 6, 9, 10, 58).

3. Rendah hati (hawn). Sifat yang suka menahan diri dari menyebabkan luka kepada orang lain, baik secara fisik maupun perasaan. Dengan demikian lebih mudah untuk mencapai kedamaian dalam kehidupan manusia. Membalas penghinaan dengan respons yang damai (An-Nisaa'/4: 128; Al-Anfaal/8: 1; Al-Furqaan/25: 63).

4. Santun (rifq). Diekspresikan dalam bentuk isi pembicaraan yang baik dan berbicara dengan santun kepada yang diajak bicara disertai wajah yang cerah. Penghargaan terhadap orang lain dan menjauhkan diri dari penghinaan, tuduhan, penyebarluasan dan pencarian keburukannya (Al-Baqarah/2: 83; Al-Hujuraat/49: 11-12; 17: 36).

5. Pemaaf. Dia bersifat pemaaf walaupun menderita terkena luka baik fisik-lahiriah maupun psikis-batiniah. Dia mengenyampingkan haknya untuk membalas secara hukum terhadap orang yang menyakitinya.

Mudah-mudahan kita dapat mengembangkan sifat-sifat di atas dengan cara sungguh-sungguh menjalan ibadah puasa Ramadan dengan berbagai amalan sunahnya. Amin.

Penulis adalah dosen di Prodi Falsafah dan Agama dan Prodi Magister Studi Islam Universitas Paramadina, Jakarta.

sumber:

http://www.beritasatu.com/ramadan/434452-puasa-dan-sifatsifat-orang-bertakwa.html

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed