JK Beberkan Bentuk Perbudakan Modern yang Harus Diberantas

sumber: cnnindonesia.com

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla turut hadir dalam acara penandatanganan deklarasi memberantas perbudakan modern yang digagas oleh Global Freedom Network dan Universitas Paramadina. Dalam acara tersebut JK membeberkan bentuk-bentuk perbudakan modern di zaman sekarang.

Menurut JK saat ini perbudakan terjadi lebih karena tuntutan atau keterpaksaan ekonomi yang juga dipengaruhi oleh keadaan sosial hingga politik di Indonesia. Masyarakat dipaksa bekerja dalam tekanan yang melanggar hak asasi manusia.

Jusuf Kalla menceritakan perbudakan modern dinamakan seperti itu karena memang konsepnya berbeda dengan perbudakan di masa lalu. "Perbudakan kuno itu orang-orang dijualbelikan, dipaksa, dirantai, dan bekerja tanpa digaji. Sementara sekarang itu masyarakat diminta bekerja di bawah tekanan, termasuk ekonomi, politik, ataupun sosial," ujar JK saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Selasa (14/3).

Sebenarnya, kata JK, pemerintah sudah memiliki aturan-aturan terkait tenaga kerja di Indonesia agar praktik-praktik perbudakan tak terjadi. Aturan soal jam kerja hingga minimal gaji semua sudah diatur oleh pemerintah.

Namun sayangnya aturan itu masih belum diterapkan secara maksimal di Indonesia karena secara moral masyarakat masih belum terdidik untuk mengimplementasikan aturan tersebut.

Hal itu pun menyebabkan banyak orang-orang yang bekerja tak sesuai jam kerja, tak ada istirahat, bahkan tak dibayar sama sekali. “Itu bisa termasuk dalam kategori perbudakan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pemerintah selaku pihak yang harus menjamin kesejahteraan masyarakat mesti bisa menerapkan aturan-aturan tersebut dengan bantuan masyarakat. Pihak yang memperbudak ataupun diperbudak harus diberi kesadaran agar praktik perbudakan tak terjadi lagi di Indonesia.

"Kedua belah pihak harus diberi pekerjaan yang layak, itulah namanya pertumbuhan ekonomi yang harus dilaksanakan agar banyak kesempatan orang bekerja dengan layak," kata Jusuf Kalla.

JK kemudian mengucapkan terima kasih kepada para perwakilan tokoh lintas agama yang menandatangani deklarasi hari ini demi menghapuskan perbudakan khususnya di Indonesia. 

Setidaknya ada delapan orang yang menandatangani deklarasi itu, yaitu Kepala Hubungan Internasional MUI Muhidin Junaedi, Ketua PBNU Marsyudi Syuhud, perwakilan PP Muhammadiyah Wahid Ridwan, perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia Ignasius Suharyo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Henriette Lebang, Ketua Umum Pengurus Harias Parisada Hindu Wisnu Bawatemaya, perwakilan Walubi Viktor Jayakusuma, dan Ketua Majelis Agama Kong Hucu Indonesia Uung Sendana.

Sementara itu pimpinan Global Freedom Network Andrew Forest mengungkapkan dirinya merasa terhormat karena sebelum ini para pemuka agama telah berkumpul untuk merayakan nilai-nilai kecintaan yang sama akan kemanusiaan dan keyakinan yang sama bahwa kebebasan mengeksploitasi manusia lain adalah hal yang tak beradab.

“Oleh karena itu saya juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan Jusuf Kalla serta menyambut baik keberanian semua pihak yang ingin mengakhiri perbudakan modern khususnya di Indonesia,” tuturnya.

sumber: 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170314153403-12-200047/jk-beberkan-bentuk-perbudakan-modern-yang-harus-diberantas/ 

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed