Lomba “Karya Tulis Paramadina (KTP) 2016" Untuk Guru SLTA & sederajat se-Jabodetabek

PENDAHULUAN  : Kompetensi Guru khususnya untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat perlu ditingkatkan dengan dukungan masyarakat luas. Guru merupakan kunci dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Kompetensi yang bersifat akademik bagi para Guru akan mendukung peningkatan kualitas Guru dalam mengekspresikan ide, pemikiran dan hasil penelitiannya. Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi yang masih harus ditingkatkan para Guru dan Pendidikan Indonesia secara umum. Peningkatan kompetensi menulis dapat dimotivasi melalui lomba penulisan...


more info

Wisuda Sarjana & Magister Universitas Paramadina "Politik dunia, Patriotisme Baru dan Kepemimpinan"

Wisuda Sarjana dan Magister Universitas Paramadina akan diselenggarakan pada tanggal 30 April 2016, bertempat di auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina dengan tema "Politik Dunia, Patriotisme Baru, dan Kepemimpinan" Agenda Acara: - Pembukaan- Sambutan Deputi Rektor Akademik, Riset dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina. (Totok Amien Soefijanto Ed.D.)- Sambutan Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina. (Hendro Martowardojo)- Orasi Ilmiah Oleh Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto (Menko Politik, Hukum dan Keamanan RI - 2000-2014)- Prosesi Wisuda- Pelepasan wisudawan/wisudawati...


more info

Seleksi Mahasiswa Baru 2016

Ayo segera bergabung dengan Universitas Paramadina! berikut jadwal pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2014/2015 untuk program studi S1: - Desain Komunikasi Visual- Desain Produk Industri- Falsafah Agama- Hubungan Internasional- Ilmu Komunikasi- Manajemen- Psikologi- Teknik InformatikaTanggal Ujian: - 1, 15 dan 29 Mei 2016- 12 26 juni 2016- 24 31 Juli 2016- 7, 14, 21, 28 Agustus 2016 Pendaftaran online klik link: http://admission.paramadina.ac.idPermintaan Brosur: kirim nama alamat lengkap via...


more info

Kelas Paralel untuk Karyawan

Pekerja dengan pendidikan Sarjana di tanah air hingga beberapa tahun terakhir ini masih rendah, yaitu hanya sebesar 5,6 juta orang, 5,15%  dari jumlah total pekerja. Salah satu penyebab dari hal tersebut adalah kesempatan menjadi sarjana S1. Paramadina mendorong peningkatan kualitas manusia yang sudah bekerja untuk meraih sarjana di kampus peradaban ini, melalui program Kelas Paralel. Universitas Paramadina menghasilkan sarjana dengan enam kemampuan; kedalaman iman, kemandirian jiwa, ketajaman nalar, kepekaan nurani, kecakapan...


more info

Program Studi Falsafah dan Agama

  Profil Program Studi Falsafah dan Agama Program Studi Falsafah dan Agama mempelajari ilmu agama, dalam hal ini agama Islam, yang ditopang oleh pengenalan terhadap persoalan filosofis. Program ini memberikan konteks kepada ilmu agama terkait dengan perubahan zaman yang menuntut usaha-usaha ijtihad. Semua permasalahan ilmu pengetahuan mempunyai dimensi falsafah. Para mahasiswa yang mendalami falsafah akan diperkaya, baik dari segi kekritisan dalam menilai suatu cara pandang maupun dalam kemampuan berpikir. Melalui keterbukaan pikiran, kemampuan...


more info
01234

kalender

No events

Award

News

Hasil Ujian Penerimaan Baru Mahasiswa Universitas Paramadina 15 Mei 2016   HASIL PENERIMAAN BARU MAHASISWA, PERIODE...
Pengumuman Penerima Paramadina for Creative Industry (PCI) 2016 Universitas Paramadina mengucapkan selamat kepada para pener...
Graduation Day Executive Program For Sustainable Partnership (EPSP) Batch 3 Tanggal 12 Mei 2016 Graduation Day Executive Program For Sustainable Partnership (EPSP) Batch 3 Tanggal 12 Mei 2016 Program ini adalah program executive untuk para senior man...
Kuliah Umum "Winning Globalization: How Shoulde we Respond to the Global Challenges" Kuliah Umum Kuliah Umum "Winning Globalization: How Shoulde we Respo...
Hasil Ujian Penerimaan Baru Mahasiswa Universitas Paramadina 1 Mei 2016     HASIL PENERIMAAN BARU MAHASISWA, PER...
Djoko Suyanto: Patriotisme dalam Dinamika Geopolitik Global Djoko Suyanto:  Patriotisme dalam Dinamika Geopolitik Global Pada orasi ilmiahnya dalam Wisuda Universitas Paramadina 3...




Agar Tidak Salah Pilih, Ikom Selenggarakan Kuliah Umum

"Kemampuan mahasiswa memilih peminatan yang sesuai dengan karakter dan potensi diri memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai akademik mahasiswa," kata Tri Wahyuti Sekretaris Prodi Ikom Universitas Paramadina pada Kuliah Umum Peminatan Ilmu Komunikasi 2016 beberapa waktu lalu. Acara yang diselenggarakan di Aula Nucholis Madjid tersebut menghadirkan praktisi Komunikasi yang merupakan alumni Ikom yang telah suskes di dunia profesional kerja. Di antaranya Nabilla (Praktisi Advertensi Kreatif / Content Writer), Sandra Darmosumarto dan M Budi Santoso (Praktsi PR), Yudhita Anugrah Putri (Broadcasting), Garry H. Y Souhuwat (Praktisi Brand Activation) dan Uningani (Praktisi Media Relations. Acara yang dihadiri oleh seratusan mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2015 itu berlangsung interaktif

Adith misalnya, mahasiswa semester 2 ini mengaku tertarik dengan materi yang disampaikan oleh para praktisi. "Pematerinya keren keren, materinya bikin kepo sama dunia Komunikasi" katanya setelah mengikuti kuliah umum. Hal senada diungkapkan oleh Biella. Mahasiswi berambut panjang ini mengaku mendapatkan gambaran dunia kerja lulusan Ilmu Komunikasi melalui kuliah umum peminatan. "Jadi tahu banget dunia Komunikasi seperti apa nanti kalo sudah lulus nanti. Kayaknya pengen jadi kerja di broadcasting deh," kata mahasiswi yang dikenal ramah oleh teman temannya.

Kuliah umum peminatan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Prodi Ikom untuk memberikan gambaran tentang dunia kerja alumni Ilmu Komunikasi. Ilmu Komunikasi sendiri memiliki beberapa peminatan, di antaranya Komunikasi Stratejik, Public Relations, Komunikasi Pemasaran ( Advertensi dan Brand), dan broadcasting.

 

Peluang Profesi Digital Forensik


Jakarta, Kamis, 7 April 2016

Siang itu di Lab IT Universitas Paramadina, sekelompok mahasiswa IT Paramadina
tampak antusias mengikuti workshop “Digital Forensic” yang disampaikan oleh Andritona Munaf,
Alumni IT Paramadina yang saat ini sebagai Asistant Manager Forensic Technology
and Discovery Services
di Ernst & Young.  

“Belajar IT itu tidak selalu menjadi programming dan coding” ujarnya saat membuka workshop.
Walaupun pada masa-masa awal dia bekerja, juga pernah mengalami sebagai IT yang selalu
dipanggil untuk membereskan hal-hal yang berhubungan dengan colokan kabel.  
“Komputer bermasalah, kabel telpon bermasalah, mesin fax bermasalah, pasti orang IT yang
dipanggil”, ujarnya sambil tersenyum.

Pada workshop ini, Andri men-sharing-kan ilmu pengalamannya selama bekerja sebagai
computer forensics.  Secara umum, prinsip dasar ilmu forensik adalah
“every contact leaves traces”, segala sesuatu pasti meninggalkan jejak.  
Prinsip yang sama berlaku pada digital forensik, ujarnya.  
“Pekerjaan digital forensik pada prinsipnya adalah merekonstruksi kejadian berdasarkan
fakta-fakta yang ada,” tambahnya lagi.  Fakta yang dimaksud adalah jejak elektronik yang
antara lain dapat berupa surat elektronik (e-mail), file-file wordprocessors, spreadsheet,
sourcecode dari perangkat lunak, dan web browser.

Mengapa Profesi Digital Forensik Semakin Dibutuhkan

Seiring dengan perkembangan teknologi maka tindakan kejahatan yang berhubungan dengan
cyber crime juga semakin meningkat. Di Indonesia sendiri telah dibentuk  lembaga profesi
Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI).  Profesi digital forensik sendiri selain
membantu proses pengadilan juga membantu perusahaan korporat untuk menemukan tindakan
kecurangan yang mungkin dilakukan oleh karyawannya.  Misalnya pemalsuan data transaksi
pembelian barang yang dilakukan oleh bagian pengadaan.

Tujuan utama dari pekerjaan digital forensik adalah bagaimana mengumpulkan dan
memperlakukan alat bukti sehingga dapat diterima oleh pengadilan.  
“Untuk itu prosedur dalam mengumpulkan alat bukti sangat penting untuk diikuti,”
ujar Andri.  Jadi dalam pekerjaan ini bisa dikatakan pekerjaannya adalah setengah teknis,
setengah prosedur. Prosedur yang tidak benar pastinya berakibat pada ditolaknya alat bukti
digital oleh pengadilan. Untuk Indonesia sendiri, sesuai dengan UU ITE No.11 Tahun 2008
sesuai pada pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa alat bukti elektronik merupakan alat bukti
hukum yang sah.

Digital forensik sendiri dibagi menjadi (1) Computer forensics (2) Mobile forensics
(3) Network forensics (4) Malware Forensics (5) Social Network Forensics
(6) Audio & Video Forensics dan (7) Image Forensics

Menurut Andri, bagi setiap orang yang ingin menekuni profesi ini penting untuk
memahami bahwa : (1) selalu catat seluruh prosedur investigasi dengan rapi, baik dan
benar (2) Digital forensik tidak bertugas membuat asumsi dan kesimpulan karena itu
wewenang pengadilan atau klien yang memberi tugas (3) Digital Forensik bukan Hacking,
jadi harus memiliki surat tugas resmi sebelum melakukan pengumpulan barang bukti digital
(4) dalam mengumpulkan alat bukti pastikan tidak ada 1 bit informasipun yang berubah
dan yang paling penting adalah (5) kemampuan menjaga kerahasiaan klien.

“Indonesia masih banyak membutuhkan SDM yang ahli dibidang digital forensik,
jadi ini peluang buat teman-teman semua,” ujar Andri, yang sebelumnya juga pernah
bekerja di Pricewaterhouse Cooper UK, mengakhiri sesi workshop dengan melakukan
simulasi kasus digital forensik.

 

Program Studi *
Nama Lengkap *
Email *
No. HP *
Alamat Rumah *

Positive SSL