Friday, March 12, 2010

peni.jpg
Friday, 03 July 2009 16:57
  Peni Hanggarini, MA.(Alumni Australian National Univ.) Ketua Program Studi Hubungan Internasional “Kebutuhan atas keahlian sumber daya manusia More...
hi.jpg
Friday, 03 July 2009 16:54
Profil Program Studi Hubungan InternasionalStudi Hubungan Internasional (HI) adalah suatu studi dengan fokus mencakup dinamika hubungan antar aktor More...
kur_hi.jpg
Friday, 03 July 2009 16:47
Kurikulum dan Metode PerkuliahanProdi HI menerapkan kurikulum berbasis kompetensi yang bersifat interdisipliner. Kajian Diplomasi dan Kajian Asia More...
Friday, 03 July 2009 16:45
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar:Anies Baswedan, Ph.D. (Northern Illinois Univ., USA)Asriana Issa Sofia, M.A. (Aichi Gakun Univ., More...

Diskusi Masalah Konflik Papua dengan Acuan Penelitian LIPI dan Jaringan Damai Papua di kantor komnas HAM Jakarta


Papua sebagai wilayah dari negara kesatuan Republik Indonesia memiliki potensi sumber daya alam sangat besar yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, dan hasilnya dapat digunakan sebagai pembangunan di Tanah Papua. Tetapi pada kenyataannya, di Papua terjadi marjinalisasi dan diskriminasi terhadap penduduk Papua asli semenjak rezim pemerintahan orde baru hingga saat ini yang menghambat kemerdekaan individu . Kegagalan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat membuat semakin buruknya keadaan orang-orang di tanah Papua. Kondisi diperburuk dengan adanya masalah kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik antara Papua dan Jakarta. Terlebih, terdapat permasalahan dalam hal tanggungjawab atas kekerasan negara di masa lalu terhadap warga negara Indonesia di Papua.

Diskusi Jakarta-Papua yang berjalan saat ini di Jakarta atau di Daerah Papua sendiri merupakan suatu bentuk penyelesaian masalah-masalah yang ada dan laten di Tanah Papua. Apabila permasalahan terus dibiarkan terjadi di Papua, maka perdamaian dan kesjahteraan hidup tidak akan terwujudkan. Karena sumber permasalahan adalah konflik internal di negara ini yang masih memarjinalisasikan orang-orang dari  Tanah Papua. Oleh karena itu diskusi publik ini dihadiri oleh peneliti Konflik Papua di bidang politik, keamanan, Sosial dan salah satu wartawan asal Papua yang terjun ke dalam penelitian tentang konflik Papua ini. Dalam diskusi tersebut juga hadir anggota DPR dari komisi 11 yang berasal dari daerah pemilihan Papua yang asli orang papua yang menyuarakan saran dan menggambarkan keadaan di Tanah Papua tersbut.

Di dalam diskusi ini kami mahasiswa HI mendapatkan gambaran betapa sulitnya menyelesaikan suatu konflik yang permasalahannya kompleks di suatu daerah.  Apabila konflik tersebut dibiarkan menjalar di Tanah Papua maka dapat menimbulkan konflik yang besar seperti di Aceh. Diskusi serta penyelesaian masalah konflik tidak hanya dapat di tangani oleh pemerintah saja. Tapi aktor non pemerintah seperti LSM, tokoh individu dan kelompok masyarakat yang ingin membantu mewujudkan perdamaian di Tanah Papua. (Lian)

 

 

Kunjungan Studi Delegasi Mahasiswa dan Dosen International Affairs Management, College of Law, Government and International Studies, Universiti Utara Malaysia


Untuk pertama kalinya, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina mendapat kunjungan studi delegasi universitas dari luar negeri yaitu delegasi mahasiswa dan dosen dari International Affairs Management, College of Law, Government and International Studies, Universiti Utara Malaysia (UUM).

Kegiatan ini diselenggarakan pada:
Hari/Tgl: Rabu, 3 Februari 2010
Waktu: 09.00-11.30 WIB
Tempat: Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina, Jl. Gatot Soebroto Kav. 96-97 Jakarta

Dalam kesempatan kunjungan studi ke Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina, acara diisi dengan Perkenalan Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina serta Diskusi Mahasiswa antara kedua Universitas dengan topik Improving Cultural Understanding. Dalam kesempatan ini juga telah ditandatangani Initial Agreement antara Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina dengan UUM sebagai langkah awal penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait kesepakatan untuk menjalin kerjasama di bidang akademik.

Selain melakukan kunjungan studi ke Universitas Paramadina, delegasi UUM juga melakukan kunjungan ke Departemen Luar Negeri RI, Kedutaan Malaysia di Jakarta, ASEAN Secretariat dan Universitas Padjadjaran Bandung.

 

Agung Setiyo Wibowo: Juara I Jurnal Ilmu Budaya Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia 2009


Kecintaan dan keseriusannya mendalami ranah budaya dan politik  mengantarkan Agung Setiyo Wibowo, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Paramadina Semester III dalam Lomba Jurnal Ilmu Budaya Tingkat Mahasiswa se-Indonesia yang diadakan di Fakultas Ilmu dan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, 8 Desember 2009. Agung berhasil menyisihkan ratusan rivalnya dengan jurnal berjudul: Benang-Benang Perajut Keindonesiaan. Hasil perlombaan jurnal ini sekaligus menjadi bagian dari Jurnal KOHESI UI Vol.1 2009.
Tidak lama kemudian, Agung juga berhasil menjadi salah satu pemenang lomba blog pada event MarkPlus Conference 2010 yang diselenggarakan di Ritz Cartlon, Pasific Place dengan judul artikel: Boost Your Brand by Character Building. Berikut salah satu tulisannya.

Bagaimana kita membayangkan Indonesia? Konon, benih-benih nation bernama Indonesia lahir ketika para pemuda yang hidup di berbagai daerah koloni bersumpah untuk hidup sebagai satu kelompok yang utuh dan tidak bersekat-sekat. Mereka berjanji untuk “menihilkan” identitas primordial mereka demi sebuah cita-cita yang lebih besar dan lebih luhur. Namun, di era kemerdekaan ini, mutlak dibutuhkan pemaknaan identitas sebuah bangsa majemuk yang bukan hanya sekedar consensus masyarakat. “Indonesia” tidak bisa dengan mudah kita definisikan dengan menunjuk suatu entitas tertentu, karena pada akhirnya “Indonesia” adalah peleburan berbagai macam komponen multietnis pada dirinya sendiri.
Jika kita mendefinisikan identitas sebagai representasi diri yang membuat seseorang atau kelompok dikenal sebagai entitas sosial-budaya, maka setiap upaya redifinisi identitas Indonesia adalah sebuah upaya yang tak mengenal kata akhir. Menyadari hal tersebut, penting bagi kita untuk terus-menerus merumuskan kembali apa itu "Indonesia". Tapi, adakah satu rumusan yang paling tepat? Bukankah setiap rumusan orang atas “Indonesia” pada akhirnya bermacam-macam dan bahkan saling bertentangan satu sama lain?
Di sini peran culture studies menjadi penting. Melalui kajian budaya kita bisa memperdebatkan wacana identitas bangsa melalui perspektif yang dinamis dengan menunjukkan signifikansi sosial dan kultural identitas itu sendiri. Telusur kekayaan budaya lokal dalam rangka penemuan unsur “keindonesiaan”, dapat dijadikan sebuah cara perumusan benang merah penjalin identitas tiap elemen bangsa. Dengan kata lain, proses konstruksi identitas bangsa melalui kajian budaya adalah sebuah arena pergulatan banyak pihak dalam upaya memberikan aksentuasi masing-masing ke dalam ruang kosong bernama “Indonesia”.


   

Kunjungan Studi Mahasiswa Prodi HI ke Departemen Pertahanan RI

Kunjungan Mahasiswa Prodi HI peserta MK Studi Strategis ke Departemen Pertahanan pada Rabu, 16 Desember 2009 adalah studi lapangan langsung ke institusi yang membuat kebijakan strategi pertahanan. Hal ini dilakukan sebagai pelengkap dan implementasi dari teori dalam perkuliahan. Melalui kunjungan ini diharapkan agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pemangku kebijakan dan strategi pertahanan.

Sekitar 70 mahasiswa Prodi HI terlibat dalam kunjungan yang dipimpin oleh Dosen Bpk. Al A'raf. Mahasiswa ditemui oleh Direktur Kebijakan Strategi Pertahanan, Brigadir Jenderal Puguh Santoso. Dalam paparannya beliau menjelaskan tentang strategi dan postur pertahanan Indonesia pasca Reformasi. Menurut beliau, masih banyak kendala yang dihadapi untuk mengimplementasikan strategi itu yakni lemahnya alutsista, kesejahteraan prajurit yang minim serta belum adanya grand strategi pertahanan Indonesia ke depan.

Respon mahasiswa dalam menanggapi paparan Bpk Puguh sangat beragam dan kritis. Mereka sebagian besar mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak akomodatif terhadap upaya membangun kekuatan pertahanan yang modern yakni dengan memperkuat alutsista TNI. Dalam kesempatan tersebut, pihak Departemen Pertahanan dalam kesempatan itu, juga menawarkan mahasiswa untuk ikut dalam program beasiswa S2 Departemen Pertahanan di Universitas Pertahanan yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan.(AAF)

   

Page 1 of 5

Berita

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Kalender Kegiatan

March 2010
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
Staff Humas

Universitas Paramadina


Astasari
Universitas Paramadina


Lina Anggraeni
Universitas Paramadina



Countries

77.1%Indonesia Indonesia
12.2%Australia Australia
6.6%United States United States
1.5%Canada Canada
0.4%Malaysia Malaysia

Visitors

Today: 512
Yesterday: 572
This Week: 2802
Last Week: 3035
This Month: 5837
Last Month: 17165
Total: 52355


JoomlaWatch Stats 1.2.9 by Matej Koval