Terkini
- Psycofun "Full Of Friendship"
- Pengabdian Masyarakat "Pelatihan Kepada Guru dan Orang Tua Murid Berkebutuhan Khusus"
- Diskusi 4 Bulanan Dengan Tema "Sixth Sense Dalam Perspektif Kebudayaan dan Psikologi"
- Call For Paper jurnal ilmiah psikologi INQUIRY vol. 3 no. 1.
- Kegiatan Donor Darah
- Seminar "What You Wanna Be In The Future"
- Halal Bihalal Program Studi Psikologi
- Kuliah Umum Program Studi Psikologi dengan tema "The Pursuit of happiness"
- Supersemar Award
- Sunatan Masal
Psycofun "Full Of Friendship"
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di keluarga besar program studi Psikologi Universitas Paramadina. Alumni mahasiswa Psikologi Paramadina mengadakan acara "Psycofun : Full Of Prienship", acara ini diselenggarakan selama 2 hari 1 malam pada hari Sabtu dan Minggu 12 & 13 Desember 2009 di Villa Ghitari, Cisarua Puncak.
Acara ini dihadiri sekitar 105 orang diantaranya Alumni, dosen tetap Prodi Psikologi, mahasiswa Prodi Psikologi dan perwakilan dari rektorat juga ikut serta dalam acara ini. Acara alumni ini merupakan agenda rutin 1 tahun sekali Prodi Psikologi.
Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dalam acara ini seperti games-games yang diadakan oleh panitia ternyata dapat mengakrabkan antara dosen dan mahasiswa.
Semoga acara alumni ini dapat terus diadakan setiap tahunnya.

Pengabdian Masyarakat "Pelatihan Kepada Guru dan Orang Tua Murid Berkebutuhan Khusus"

Menindak lanjuti MOU dengan SDN Meruya Selatan 06 Pagi Inklusi, Program Studi Psikologi mengadakan pelatihan kepada guru dan orang tua murid berkebutuhan khusus. Pelatihan pada tanggal 12 Januari 2010 ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pertama yang diberikan oleh prodi Psikologi Universitas Paramadina pada tanggal 12 Agustus 2009.
SDN Meruya Selatan 06 Pagi adalah sekolah inklusi percontohan untuk daerah Jakarta Barat. Sekolah inklusi adalah sekolah yang melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus. Sebagai sekolah inklusi tentunya memiliki tantangan-tantangan tersendiri dari sisi siswa dan guru yang memberikan pengajaran. Tantangan yang mungkin ada antara lain adalah tingkat stress yang tinggi dan pada orang tua dan guru dalam menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus. Tantangan lain yang mungkin terjadi adalah ketidaksiapan dan kurangnya pengetahuan dalam menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu program studi Psikologi menyelenggarakan pelatihan bagi guru dan orang tua siswa dalam menghadapi stress dan mengenali anak-anak berkebutuhan khusus termasuk cara penanganannya.
Pelatihan pertama telah diselenggarakan pada tanggal 12 Agustus 2009. Pada pelatihan pertama, Ibu Adriatik Ivansi Mpsi (Bu Vivi) mengetengahkan mengenai pola pendidikan pada sekolah Inklusi. Pelatihan pertama ini hanya dihadiri oleh guru sekolah inklusi saja. Karena tanggapan yang sangat banyak dari para peserta, kemudian prodi Psikologi menyelenggarakan kembali pelatihan pada tangal 12 Januari 2010 dengan tema yang berbeda. Pada pelatihan ini Bu Vivi dan Ibu Devi Wulandari M. Sc (Bu Devi) kembali memberikan materi di SDN Meruya Selatan 06 Pagi.
Ibu Vivi membahas mengenai jenis-jenis anak berkebutuhan khusus serta pola pendidikan yang tepat. Pada pemaparan materi tersebut dijelaskan mengenai jenis-jenis anak berkebutuhan khusus antara lain austime, hambatan intelektual, keterlambatan belajar, kesulitan belajar, dan anak berbakat kesulitan belajar. Anak-anak berkebutuhan khusus tersebut memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Begitu pula cara mendidik mereka untuk baca, tulis dan hitung (calistung). Anak-anak tersebut juga tidak bisa didudukan bersama. Bahkan untuk anak dengan hambatan inteletual lebih baik disekolahkan di SLB C karena memang membutuhkan keterampilan dan perhatian khusus. Bu Vivi kemudian menjelaskan bahwa anak-anak tersebut tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada dirinya, oleh karena itu sebagai orang tua dan guru yang mendidik sebaiknya bersabar dan ikhlas menerima kondisi anak tersebut. Khusus sekolah inklusi dibutuhkan kerjasama antara guru kelas dengan guru kebutuhan khusus untuk membuat PPI (program pengajaran indvidual) dan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, sehingga guru kelas tidak merasa stress dalam menghadapi anak normal maupn anak berkebutuhan khusus yang berada di kelasnya.
Materi selanjutnya diberikan oleh Bu Devi yang mengetengahkan mengenai cara mengenali stres dan penanganannya. Dipaparkan bahwa stress adalah kesenjangan antara tuntutan lingkungan dan sumber daya yang dimilikinya. Stress juga menimbulkan reaksi fisik (pusing, berkeringat, tekanan darah meningkat), sosial (menjauhkan diri dari lingkungan, reaktif), spiritual (mempertanyakan agama, merasa marah pada Tuhan), psikologis (cemas, marah) dan perilaku (reaksi berlebihan, perubahan pola makan dan tidur).
Guru dan orang tua murid menanggapi pelatihan ini dengan baik. Peserta merasa bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman dan sesuai dengan harapan. Materi yang disajiikan juga mudah dicerna dan dipahami dengan baik. Beberapa masukan untuk pelatihan akan datang adalah sebaiknya diselenggarakan lebih pagi dan di luar waktu pengajaran agar mudah berkonsentrasi. Beberapa masukan untuk materi yang akan datang adalah mengenai perluasan materi mengenai ABK dan penanganannya terutama praktiknya. Pelatihan mengenai relaksasi dan prakteknya juga dapat diperluas.
Diskusi 4 Bulanan Dengan Tema "Sixth Sense Dalam Perspektif Kebudayaan dan Psikologi"

Ilmu pengetahuan selalu mendasarkan diri atau mengembangkan dirinya pada hal-hal yang empiris, bersifat fisik, dapat diukur dan dapat dibuktikan. Kiblat terhadap 'kefisikan' ini sempat mengusai pemikiran ilmuwan-ilmuwan Psikologi hingga beberapa dekade terakhir ini Psikologi tidak dapat menerangkan beberapa fenomena kesadaran yang dialami oleh manusia. Ilmuwan Psikologi tidak lagi hanya tertarik mengenai kesadaran, perilaku semata tapi mulai juga ingin mengetahui sumber ataupun penyebab kesadaran manusia.
Beberapa fenomena kesadaran manusia ataupun perilaku manusia yang tidak dapat diterangkan oleh psikologi positivistik adalah adanya indera ke enam (sixth sense). Fenomena indera ke enam ini dalam psikologi disebut dengan para psychology. Tart (1995) mendefinisikan parapsikologi sebagai ilmu yang mempelajari hal-hal di luar psikologi. Hal-hal yang termasuk dalam parapsikologi adalah telepati (kemampuan untuk komunikasi antar pemikiran individu), clairvoyance (hubungan langsung antara pikiran dan obyek fisik tanpa sentuhan fisik), prekognisi (memprediksikan masa depan), psikokinesis (pengaruh pikiran terhadap benda tanpa sentuhan fisik terhadap benda). Parapsikologi disebut juga dengan ESP (extrasensory perception) atau psi phenomena. Para psikologi ini meskipun ditentang oleh banyak pihak tetap menarik perhatian para ilmuwan. Mereka bahkan mengembangkan metode penelitian tersendiri untuk mempelajari fenomena-fenomena kesadaran ini.
Sebelum para ilmuwan mempelajari mengenai ESP ini, kebudayaan jawa telah lama membahas mengenai pengalaman inderawi ini. Salah satunya adalah kemampuan untuk 'ngerogo sukmo' yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah 'out of body experience' (OOBE). Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan lebih atau indera ke enam tersebut.
Meskipun demikian masih banyak individu yang memperdebatkan apakah kemampuan ini merupakan hal yang ilmiah atau hanya bersifat subyektif belaka. Alasan inilah yang kemudian mendorong untuk diadakannya diskusi lanjutan 4 bulanan dengan tema indera ke enam ditinjau dari perspektif keilmuan dan kebudayaan.
Untuk membahas hal tersebut maka program studi Psikologi kemudian mengundang tiga pembicara yang akan berbicara dalam sisi keilmuan, kebudayaan dan profesional. Pembicara pertama adalah Bpk. Lukman Hakim yang akan berbicara mengenai sixth sense dari sisi kebudayaan. Pada pembahasan ini dibahas bahwa sixth sense ini tidak hanya sulit digolongkan pada ilmu Psikologi tapi juga dalam ilmu antropologi. Konsep indra keenam ini dalam bidang antropologi menjadi sulit didefinisikan dan diberikan batasannya tatkala ia terkait bahkan berbenturan dengan konsep-konsep lain yang berdekatan. Sebagai misal adalah: yaitu, konsep magi, spiritual, ghaib, misteri, bathin, ruhani, dan lain-lain.
Kebingungan dan kerancuan di dalam mendefinisikan indra keenam ini tampak terlihat dalam uraian Soesanto Kartoatmodjo di mana dia menjelaskan secara tumpang tindih antara pengertian ruh, ghaib, misteri, dan kesadaran (Kartoatmodjo, 1995: 38-43). Di sini, Kartoatmodjo secara luas hanya menjelaskan konsep dan pengertian apa itu paranormal. Dari penjelasan Kartoatmodjo paranormal adalah seseorang yang memiliki “kemampuan lebih” atau orang yang mampu menggunakan kekuatan indranya selain indra fisik. Djojodigoeno menggunakan istilah yang berbeda di dalam menjelaskan indra keenam. Djojodigoeno di sini menggunakan konsep kebatinan (Kartoatmodjo, 1995: 39) dan mengklasifikasikan orientasi aliran kebatinan jawa sebagai berikut :
-
Aliran Okultis, yaitu aliran yang mengutamakan daya-daya ghaib untuk melayani pelbagai keperluan manusia.
-
Aliran Mistik, yaitu aliran yang berusaha untuk mempersatukan jiwa manusia dengan Tuhan semasa hidup di dunia.
-
Aliran Teosofi, yaitu aliran yang ingin mengungkap rahasia “sangkan paraning dumadi” (asal-usul makhluk) dalam hal ini manusia.
-
Aliran Etika, yaitu aliran yang ingin mengembangkan budi luhur serta berusaha membangun budi pekerti manusia dan masyarakat.
Dalam budaya jawa, ilmu kebatinan ini mendapatkan tempat yang cukup penting yaitu menjadi semacam ideologi di kalangan masyarakat jawa. Selain itu, kebatinan (mysticism) dalam budaya jawa juga menjadi paham (ideologi). Paham (ideologi) kebatinan itu secara mengejutkan menjadi ideologi politik dan dijadikan sebagai sarana untuk menentang penguasa. Bagaimana paham kebatinan itu menjadi ideologi politik dapat dilihat dalam karya Niels Mulder di mana ia menyatakan bahwa awal mula ajaran kebatinan itu berkembang menjadi ideologi politik untuk merespon pendudukan kolonialisme Belanda di Jawa yang berlangsung pada abad 19 – 20 (Mulder, 2006: 1).
Dengan demikian tidak aneh jika fenomena komunitas spiritual dan keagamaan hingga sekarang senantiasa terkait dengan persoalan politik. Fenomena itu dapat disaksikan betapa praktik spiritualitas misal komunitas dzikir di masjid maupun di tempat peribadatan lain di sana senantiasa ada relasi antara sang pemimpin spiritual dengan “penguasa” atau dengan kata lain keberadaan acara ritus dzikir senantiasa mengharapkan kehadiran penguasa ditengah-tengah mereka.
Bahkan Pancasila sebagaimana dikemukakan oleh Mulder di masa Orde Baru Pancasila dijadikan ideologi kepercayaan oleh Soeharto dengan menempatkan aliran kepercayaan sebagai salah satu ajaran di luar agama resmi negara. Selain aspek politis, praktik ritus keruhanian ini juga melahirkan banyak mitos dan kepercayaan. Mitos dan kepercayaan itu dapat disaksikan misal masyarakat yakin akan adanya Nyai Roro Kidul, Ratu Adil, Harta Karun peninggalan Bung Karno, dan lain-lain.
Kemudian pemakalah selanjutnya adalah Bpk. Haris Herdiansyah dimana Ia memaparkan ketidaksetujuannya dengan istilah sixth sense atau indera ke enam tersebut. Ia berpendapat bahwa indera keenam hanya istilah saja untuk menyatakan bahwa manusia memiliki “tools” lain selain panca indera. Tools ini dapat saja berjumlah satu, dua, tiga atau lebih banyak lagi sehingga mungkin saja manusia memiliki indera ketujuh, indera kedelapan atau indera kesepuluh. Sejarah parapsikologi dimulai oleh M. Dessoir pada akhir abad ke-19. Dessoir adalah seorang dokter yang memiliki minat yang tinggi dalam membahas kejiwaan manusia. Atas dasar latar belakang pendidikannya tersebut, Dessoir mengemukakan istilah parapsikologi yang terinspirasi dari istilah lain dalam ilmu kedokteran yaitu paramedic dan parathypus. Kata “para” diartikan sebagai “di samping”. Sejak awal kemunculannya, parapsikologi membahas hal-hal atau gejala-gejala yang terjadi disamping gejala yang normal menurut sudut pandang umum yang lumrah dan normal. Sehingga orang lebih mudah mengingatnya dengan istilah para-normal yang berarti disamping hal yang normal. Dalam perkembangannya, istilah paranormal lebih popular di masyarakat ketimbang istilah sixth-sense atau parapsikologi. Kemudian Ia juga mengemukakan perkembangan indera ini pada manusia yang kemudian dapat digolongkan menjadi:
-
Paragnosi, yaitu kemampuan melakukan pengamatan/melakukan persepsi serta memberikan respon di luar panca indera (extra sensory perceptions). Dalam paragnosi stimulus dipersepsi melalui batin/mental/jiwa (psyche), kemudian respon yang diberikan juga melalui batin/mental/jiwa (psyche). Cara kerja paragnosi yaitu dari psyche ke psyche. Seseorang yang memiliki kemampuan paragnosi disebut sebagai paragnos . Yang termasuk ke dalam paragnosi yaitu : telepati dan kewaskitaan
-
Parergi, yaitu kemampuan mempersepsi diluar panca indera yang dapat langsung menimbulkan pengaruh/perubahan yang bersifat fisik (extra sensory motor activity). Dalam parergi, Stimulus dipersepsi melalui batin/mental/jiwa (psyche), kemudian respon yang diberikan mempengaruhi fisik. Cara kerja parergi yaitu dari Psyche ke physic. Individu yang memiliki kemampuan parergi disebut sebagai parergas, yang termasuk ke dalam parergi yaitu : levitasi, kemampuan menyembuhkan, telekinetik, rapping, appor, dan lain sebagainya.
Pemaparan selanjutnya dikemukakan oleh Aline Sahertian sebagai praktisi. Ia mengemukakan pengalaman hidupnya sebagai individu yang memiliki indera ke enam. Aline mengakui bahwa ia memiliki seluruh kemampuan lebih tersebut (Paragnosi maupun parergi) yang dimilikinya sejak ia kecil. Meskipun pada awalnya ia belum dapat mengontrol kemampuan tersebut, Aline mengakui bahwa seiring dengan kedewasaannya ia dapat mengatur kemampuannya.
Diskusi kali ini dihadiri oleh 33 peserta dari civitas akademika Universitas Paramadina. Dari lembar feedback yang kami sebarkan, peserta merasa bahwa materi yang dibawakan cukup menarik, menambah pengetahuan dan sesuai harapan peserta. Lebih dari setengah perserta berpendapat bahwa suasana diskusi ini kondusif untuk menambah pengetahuan, pemahaman serta pembelajaran peserta. Beberapa masukan yang diberikan oleh peserta adalah peserta merasa bahwa ruangan yang digunakan tidak memadai untuk menampung banyak peserta, sehingga disarankan untuk menggunakan ruangan yang lebih luas lagi sehingga lebih kondusif bagi peserta untuk berpartisipasi.
Call For Paper jurnal ilmiah psikologi INQUIRY vol. 3 no. 1.
Kami mengundang rekan-rekan untuk berpartisipasi mengirimkan artikel di jurnal ilmiah psikologi INQUIRY vol. 3 no. 1. INQUIRY merupakan jurnal dengan ISSN 1979-7273.
Tema tulisan bisa merupakan hasil penelitian, review buku, tinjauan teoretik, atau inovasi teoretik dalam bidang psikologi atau perilaku manusia, terutama yang membahas mengenai psikologi timur.
Artikel bisa dikirimkan ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , paling lambat 28 Februari 2010.
Tulisan yang masuk akan di-review oleh 2 Mitra Bestari (Reviewer) dengan menggunakan form penilaian yang telah ditentukan.
BERIKUT STANDAR PENULISAN JURNAL INQUIRY
A. Ketentuan Umum
1. Materi tulisan harus mempunyai relevansi dengan bidang psikologi
2. Naskah yang dimuat dalam jurnal ilmiah psikologi INQUIRY belum pernah
dimuat dalam jurnal atau media massa apapun
3. Materi tiap judul harus utuh, tidak bersambung
4. Tiap penulis hanya berhak dimuat satu tulisannya dalam edisi yang sama, kecuali
apabila dimuat dalam rubrik yang berbeda, atau jika kedudukan dalam tulisan
pertama sebagai penulis pertama sedangkan pada tulisan kedua sebagai penulis kedua
B. Materi Jurnal
Penelitian, review buku, tinjauan teoretik, atau inovasi teoretik dalam bidang
psikologi atau perilaku manusia, terutama yang membahas mengenai psikologi timur.
C. Penulisan Naskah
1. Naskah ditulis dalam format APA dalam bahasa Indonesia
2. Naskah disertai dengan abstrak yang tidak melebihi 250 kata
a) Naskah berbahasa Indonesia menggunakan abstrak berbahasa Inggris
b) Naskah berbahasa Inggris menggunakan abstrak berbahasa Indonesia
3. Naskah diketik dikertas A4 dan spasi 1,5 dalam bentuk file microsoft office
document (*.doc atau *.rtf) atau open office document (*.odt)
4. Jumlah halaman maksimal 20 termasuk daftar pustaka
5. Setiap tabel, gambar, dan ilustrasi lainnya diberi judul singkat dan nomor berurut
6. Sertakan biodata penulis, meliputi nomor telepon dan email yang dapat dihubungi
D. Pengiriman Naskah
Naskah dikirimkan dalam bentuk cetak dan soft copy
1. Naskah tertulis diserahkan dalam bentuk print out ke alamat:
Redaksi Jurnal Inquiry
Program Studi Psikologi Universitas Paramadina,
Jalan Gatot Subroto Kav. 97 Mampang, Jakarta Selatan 12700
2. Naskah dalam bentuk soft copy dikirim melalui email ke
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Apabila tulisan yang masuk telah masuk kuota untuk penerbitan, maka tulisan selanjutnya akan ditempatkan untuk edisi selanjutnya, dan akan mendapatkan pemberitahuan dari sekretariat jurnal.
Atas partisipasi rekan-rekan sekalian, kami ucapkan terima kasih.
Alamat Redaksi Jurnal Inquiry:
Program Studi Psikologi Universitas Paramadina
Jl. Gatot Subroto kav. 97, Mampang Jakarta 12790
T +62 21 7918 11 88 ext. 225
F +62 21 799 33 75
email:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Kegiatan Donor Darah

Dalam rangka meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap keadaan sosial, mahasiswa program Studi Psikologi berpartisipasi dalam memenuhi kekurangan darah di Indonesia, maka kami bekerjasama dengan PMI Daearah khusus ibukota - Jakarta, mengadakan acara donor darah bagi mahasiswa dan umum. Acara ini berlangsung di Auditorium Nurcholis Madjid pada tanggal 01 Juli 2009.
Acara donor darah ini mendapat sambutan yang positif dari mahasiswa dan seluruh civitas akademika. Hal ini terlihat dari banyaknya orang yang mendaftarkan dirinya menjadi calon pendonor. Pendonor sendiri tak hanya datang dari kalangan mahasiswa, namun juga dari civitas akademika. Sayangnya, tidak semua calon pendonor berhasil mendonorkan darahnya, kegagalan ini umumnya dikarenakan pendonor yang tidak memenuhi syarat, seperti tekanan darah tinggi ataupun tekanan darah rendah. Donor darah yang dapat diperoleh dari pendonor sebanyak 50 kantong.
Seminar "What You Wanna Be In The Future"

Program Studi Psikologi Universitas Paramadina telah menyelenggarakan seminar dengan tema “What You Wanna Be In The Future” yang diadakan pada tanggal 4 November 2009, pada jam 09.00-12.00 WIB. Pada seminar ini, Prodi Psikologi menghadirkan tiga orang nara sumber yaitu: Ibu Alfikalia, M.Si (Staf pengajar Prodi Psikologi Universitas Paramadina), Ibu Maharsi Anindyajatii, M.Psi (staf pengajar dan head hunter dari PPM) dan Virnie Ismail (artis dan mahasiswa Prodi Psikologi) dan sebagai moderator Ibu Fatchiah E Kertamuda, M.Sc (Staf pengajar Prodi Psikologi Universitas Paramadina).
Adapun tujuan dari penyelenggaraan seminar ini adalah ingin memberikan informasi dan pengetahuan yang beragam dari narasumber yang memiliki pengalaman paraktis maupun teoritis tentang kemampuan atau kompetensi yang perlu dipersiapkan remaja sejak sekarang untuk mencapai masa depan yang diharapkan lewat pemilihan karir yang tepat.
Seminar ini dihadiri oleh beberapa Siswa dan Guru pendamping SMA/SMKN sekitar Jakarta, Bekasi dan Tangerang diantaranya dari sekolah SMAN 6, SMAN 51, SMAN 55, SMAN 62, SMAN 81, SMKN 8, SMKN 22, SMKN 25, SMK Pembangunan Jaya, SMA Adi Luhur, SMA Global Islamic dan mahasiswa Universitas Paramadina. yang mengikuti seminar ini ada sekitar 150 orang.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari Kaprodi Psikologi, Devi Wulandari, M.Sc dan kemudian di ikuti sambutan dari Deputi Rektor Bidang Operasional dan Keuangan, Bpk. Bima Priya Santosa.
Materi pertama kali dibawakan oleh Maharsi Anindyajati yang memaparkan mengenai persaingan di dunia kerja dan kompetensi (hard skill dan Soft Skill) yang dibutuhkan di dunia kerja. Dalam pemaparannya Ibu Maharsi mengutarakan bahwa sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam perusahaan yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Ibu maharsi juga menjelaskan bahwa soft skill seperti kejujuran, loyalitas dan integritasi, ketekunan diperlukan dalam dunia kerja.
Pemaparan kedua diberikan oleh Alfikalia, M.Si yang menjelaskan mengenai bagaimana menentukan jurusan atau pekerjaan yang akan diambil oleh peserta seminar dan menjelaskan bahwa penting untuk mengetahui minat atau bakat sebelum memilih jurusan maupun pekerjaan yang akan kita ambil. Selain itu kita perlu untuk mencari informasi yang lengkap mengenai jurusan atau pekerjaan dengan mencocokan antara pekerjaan yang akan kita jalani dengan minat ataupun bakat yang kita miliki.
Pemaparan ketiga dibawakan oleh Virnie Ismail yang mengutarakan dan membenarkan bahwa soft skill yang dibutuhkan yang tadi dibawakan oleh Ibu Maharsi. Virnie mengemukakan bahwa ketekunan dan integritas membantu dirinya untuk mencapai prestasi-prestasi saat ini. Meskipun demikian ia menjalankan pekerjaan sambil kuliah, dan ia mengakui ada beberapa hal yang harus dikorbankan untuk menjalankan pekerjaan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan tanya jawab oleh peserta seminar dengan para nara sumber. Tanya jawab berlangsung cukup semarak dengan adanya sekitar 14 orang bertanya. Kemudian acara seminar ini ditutup pada pukul 12.15 WIB, sebelum penutupan acara peserta dihibur oleh musik yang dibawakan oleh mahasiswa-mahasiswa Prodi Psikologi.
More Articles...
Page 1 of 2
Berita
-
Hasil Ujian SMB - 7 Maret 2010 Hasil Ujian SMB - 7 Maret 2010 NO REG NAMA LENGKAP ...
-
Capital Market Seminar & Capital Market Essay Competition Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Paramadina ...
-
Seminar: Kajian dan Prediksi Politik Luar Negeri & Diplomasi Indonesia Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina...
-
Hasil Ujian SMB - 21 February 2010 HASIL TEST 21 FEBRUARY 2010 NO REG NAMA LENGKAP ...
-
Workshop "Strategic Performance Management for Human Resources" Universitas Paramadina bekerjasama dengan Kebon Ilmu menyelenggarakan...
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
Kegiatan
| Mon Mar 08 @08:00 - 05:00PM Kajian dan Prediksi Politik Luar Negeri dan Diplomasi RI 2009-2010 |
| Tue Mar 09 @08:00 - 05:00PM Jakarta PR Forum |
| Tue Mar 09 @09:00 - 05:00PM Capital Market Seminar (CMS) & Capital Market Essay Competition |
| Thu Mar 11 @08:00 - 05:00PM Desain Produk Industri di Acara IFFINA 2010 |
| Sat Mar 13 @08:00 - 05:00PM Wisuda Sarjana - Universitas Paramadina |
| Wed Mar 17 @18:00 - 09:00PM Paramadina Public Policy Institutes - Economics for Dummies |
Countries
| 77.1% | | Indonesia |
| 12.2% | | Australia |
| 6.6% | | United States |
| 1.5% | | Canada |
| 0.4% | | Malaysia |
Visitors
| Today: | 488 |
| Yesterday: | 527 |
| This Week: | 1865 |
| Last Week: | 3006 |
| This Month: | 4871 |
| Last Month: | 17126 |
| Total: | 51759 |