Puasa di Rumah

Oleh: Aan Rukmana*


Dunia kini berubah, tak lagi sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua itu bermula sejak merebaknya Covid-19 di Wuhan, Tiongkok, yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, tak terkecuali ke Indonesia. Pandemik ini telah menjadikan kehebatan manusia dengan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologinya goyah, bahkan keputusasaan hampir merebak di mana-mana. Berbagai ajakan menggunakan masker, mencuci tangan termasuk tinggal di rumah (stay at home) menjadi slogan baru yang terus digaungkan.

Semua orang, apa pun level ekonominya, dan juga semua agama ikut merasakan dampak wabah ini. Berbagai perayaan agama yang biasanya diadakan secara masif dipaksa untuk diganti dengan model keberagamaan yang jauh lebih privat. Ritual agama tidak lagi dirayakan secara kolosal, tetapi menjadi jauh lebih hening dan sepi dijalankan di rumah masing-masing.

Ibadah puasa yang biasanya dirayakan setiap tahun dengan berbagai keramaian, mulai dari sahur on the road, buka puasa bersama kawan-kawan kantor, ngabuburit di kala senja, salat tarawih berjemaah di masjid dijalankan di rumah saja. Sebagian orang merasa perubahan ibadah dari ruang publik ke ruang privat menjadi kurang afdal dan jauh dari kesan keutamaan. Anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah saja dengan pembatasan yang bermacam-macam menjadikan puasa jauh dari kesan sakral. Benarkah demikian?

Sebagai seorang Muslim, tentu kita harus melihat persoalan saat ini dari kacamata yang positif seperti yang diajarkan Allah di dalam Surat al-Insyirah ayat 5 dan 6 bahwa sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan ada kemudahan, bersama kesulitan ada kemudahan (fa inna ma’a al-usri yusrâ, inna ma’a al-‘usri yusrâ).

Allah mengulang ayat tersebut dua kali untuk menunjukkan kepada kita bahwa jika di sana ada kesulitan pasti bersamaan dengannya ada kemudahan. Allah tidak menuliskan ba’da di dalam ayat itu yang berarti “sesudah". Karena, jika kemudahan didapat setelah kesulitan, ketika kita menjalani kesulitan, kita tidak akan pernah bisa bersyukur.

Maka dari itu, Allah memilih menggunakan istilah ma'a yang artinya “bersamaan dengannya”. Wabah yang saat ini tengah kita hadapi itu merupakan kesulitan (‘usri), akan tetapi cara kita menyikapinya harus dengan mental yang rileks dan open minded penuh dengan kemudahan (yusrâ). Dengan mental positif inilah, imunitas tubuh kita akan bertambah dan kita akan terus menjadi insan yang bersyukur.

Jadi, melaksanakan puasa di rumah tidak akan mengurangi kualitas pelaksanaannya. Yang ada justru sebaliknya, kita akan jauh lebih khusyuk melaksanakannya karena tidak terganggu oleh aktivitas apa pun di luar rumah. Kita dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an (khatm Al-Qur’an), membaca buku-buku agama, zikir, menyelesaikan hal-hal yang belum selesai disebabkan kesibukan.

Dengan puasa di rumah kita belajar untuk lebih banyak melihat ke dalam batin kita (inward looking), beribadah tanpa harus ingin dikenal orang sebagai orang saleh, beribadah yang jauh lebih steril dari berbagai keriaan dan penuh kekhusyukan lagi. Maka dari itu, daripada mengutuk kegelapan lebih baik mari meneranginya dengan berbagai kegiatan positif di rumah. Yakinlah virus pasti berlalu, jangan sampai kita panik terlalu berlebihan. Allah selalu bersama hamba-hamba-Nya yang selalu berprasangka baik. Wa Allâhu a’lam bi al-Shawwâb.

*Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina

 

sumber:

https://www.beritasatu.com/nasional/633027-puasa-di-rumah 

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Latest Posts

21 October 2015
21 October 2015
21 October 2015

Hubungi Kami

Kampus S1:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1188
F. +62-21-799-3375

E-mail: info@paramadina.ac.id
http://www.paramadina.ac.id 

Kampus S2:
Gedung Tempo
Jalan Palmerah Barat No.8, 
Kebayoran Lama, Jakarta - 12240

T. +62-21-7918-1188 ext.: 242
F. +62-21-799-3375

http://www.paramadina.ac.id 

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed