fbpx
Previous Next

The 18th International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2020

Print

Mempersiapkan Strategi dan Inovasi Bisnis di Konferensi Daring dan Pameran IFRA

Untuk mempersiapkan bisnis di tengah dan pasca pandemi, The 18th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2020 akan mengadakan konferensi daring (online conference) yang bertemakan “Strengthening Entrepreneurship and SME Economy Through Licensing and Franchising" pada tanggal 28–29 Agustus 2020 mendatang. Konferensi daring melalui Zoom ini akan menghadirkan para pembicara dari konsultan, pengusaha, hingga pemerintahan untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan industri UKM, lisensi, dan waralaba dan strategi inovasi bisnis di tengah situasi saat ini.

Konferensi ini akan menghadirkan beberapa sesi, diantaranya Regulations Session, Customer Trends Session, Business Innovation Session, License Session, Financing, Marketing Outlook & Trend Session dan Minister Forum for Indonesia Licensing. Sesi-sesi ini akan membahas secara komprehensif berbagai bidang yang melingkupi bisnis waralaba dan lisensi serta usaha kecil dan menengah. Konferensi ini tidak hanya membahas mengenai bisnis sisi pelaku usaha tapi juga dari sisi pemerintah. Hal ini bertujuan agar adanya sinergi dan penyelarasan kebijakan dari pemerintah dan pelaku usaha untuk pemulihan ekonomi nasional.

Pada acara ini, IFRA Online Conference 2020 juga turut mengundang Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan Republik Indonesia; Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; dan Dr. Freddy Harris, ACCS., Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sejumlah pembicara sudah konfirmasi untuk hadir dalam acara ini antara lain Leonard Theosabrata, Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Albert Kong, CEO Asia Franchise and Business Opportunities Magazine; Anang Sukandar, CFE., Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI); Susanty Widjaya, CFE., Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI); Candra Darusman, Musisi dan Dewan Penasihat Asosiasi Lisensi Indonesia; Chico Hindarto, Ketua Wahana Musik Indonesia (WAMI); Christopher Sebastian, CEO Makko Group; Donny Pramono, Founder dan CEO Sour Sally Group; Hendy Setiono, CEO Baba Rafi Enterprise; dan Dr. Mulya Amri, Direktur Riset Katadata Insight Center.

IFRA Online Conference 2020 dibuka untuk umum dengan melakukan registrasi di situs IFRA melalui https://www.ifra-indonesia.com/registration. Dengan membayar biaya registrasi sebesar Rp 110.000 peserta akan mendapatkan konfirmasi melalui email yang berisikan access link atau code untuk masuk ke webinar. Satu access code hanya berlaku untuk satu partisipan. Jadwal lengkap konferensi dapat dilihat pada situs IFRA tersebut.

IFRA Online Conference 2020 merupakan rangkaian kegiatan IFRA 2020 hingga menjelang The 19th IFRA 2021. Selain mengadakan Online Conference, IFRA 2020 juga akan menyelenggarakan IFRA Virtual Expo 2020 pada tanggal 18-20 September 2020 melalui IFRA Virtual Platform. Virtual expo ini merupakan pameran virtual pertama dari Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI). Melalui pameran virtual ini, pengunjung tetap dapat berinteraksi dengan peserta pameran melalui platform yang telah disediakan. Pameran virtual in merupakan platform yang efektif dan efisien bagi para pelaku usaha, franchisor, licensor untuk bertemu dengan calon franchisee dan licensee yang potensial. IFRA Virtual Expo juga telah menyiapkan ragam acara pendukung secara virtual. Diantaranya adalah virtual business matching, virtual celebpreneur talkshow, interactive quiz, lucky draw, stage performance, virtual retirees seminar, dan IFRA Awards. IFRA Virtual Expo dapat diakses dengan HTM sebesar Rp 20.000 untuk satu hari dan Rp 50.000 untuk tiga hari.

Selain itu, di bulan Oktober 2020 IFRA akan turut meramaikan gelaran Dyandra New Adventure (DNA) dengan menghadirkan mini pavilion dengan unit-unit usaha pilihan. DNA merupakan pameran terbaru dari Dyandra Promosindo dengan mengsinergikan beberapa industri yang berbeda dalam satu payung event bersama. DNA akan hadir pada tanggal 2 – 4 Oktober 2020 di JIExpo, Kemayoran. Puncaknya, IFRA akan kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 8 – 11 Juli 2021. Ini akan menjadi pameran lisensi dan waralaba terbesar dengan menggunakan tiga hall di JCC.

Perkembangan industri waralaba dan lisensi di Indonesia dapat menjadi salah satu "mesin" ekonomi untuk menciptakan bisnis dan peluang pekerjaan. Banyak peluang bisnis baru tercipta melalui industri waralaba dan lisensi. Bisnis waralaba juga dapat menjadi jalan pertama bagi para calon pelaku usaha untuk memulai bisnis. Dengan adanya IFRA ini, diharapkan dapat mengajak masyarakat dan para pelaku untuk berpartisipasi dalam bisnis lisensi dan waralaba untuk menggiatkan perekonomian negara terutama post-pandemic. IFRA juga berharap bisa turut mendorong pelaku-pelaku bisnis lisensi dan waralaba untuk semakin mengembangkan bisnisnya agar dapat bersaing di pasar global.

Untuk informasi lebih lanjut:
Website: www.ifra-indonesia.com
Instagram: @ifra_expo

 

Joomla SEF URLs by Artio