b-ik.jpg
Profil Program Studi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi
img-20110608-00329.resized.jpg
Kurikulum dan Metode PengajaranKurikulum disusun untuk
tim-ik.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar:   Dr. Rini

Perjalanan di Negeri Sakura Melalu Jenesys 2.0 Mass Media Batch 11

  • PDF

Sejak tahun 2007-2012, dan program jenesys 2.0 merupakan kelanjutkan dari program Jenesys, yang diumumkan langsung oleh Shinzo Abe pada tanggal 18 januari 2013, saat berkunjung ke Indonesia. JICE (Japan International Corporation Center) sebagai penanggung jawab kegiatan ini, bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika. Jenesys 2.0 mengundang 10.000 pemuda Negara-negara di Asia Tenggara ke Jepang, dan mengirim 500 pemuda Jepang ke Negara- Jenesys (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth) merupakan sebuah program pertukaran pemuda yang diinisiasi oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Program Jenesys sudah terlaksana negara di Asia Tenggara. Program Jenesys 2.0 bertujuan untuk mempromosikan keunggulan teknologi dan kekuatan Jepang sebagai salah satu Negara maju yang masih mempertahankan budayanya.


100 Mahasiswa terpilih dari Indonesia, berkesempatan untuk mengunjungi Jepang selama 9 hari, yang tergabung dalam program jenesys 2.0 batch 11 media massa. 100 mahasiswa berangkat ke Jepang pada tanggal 23 Februari 2015 sampai tanggal 03 maret 2015. 100 Mahasiswa tersebut kemudian dibagi kedalam 4 grup. Masing-masing grup akan mengunjungi 4 kota yang berbeda di Jepang, yaitu Nara, Hyogo, Okayama, dan Ehime. Pada tanggal 24 Februari 2015, peserta Jenesys 2.0 Indonesia tiba di Tokyo dan melakuakn orientasi, sebelum esok harinya masing-masing grup akan meninggalkan Tokyo dan berangkat ke Nara, Hyogo, Okayama dan Ehime. Sebelum meninggalkan Tokyo pada tanggal 25 Februari 2015, Peserta Jenesys 2.0 Indonesia berkunjung ke National Museum of Emerging Science and Innovation/Miraikan, sebuah museum berkonsep pertukaran ilmu pengetahuan yang dipimpin oleh mantan astronot Jepang, Mori Mamoru. Ruang eksebisi yang terdapat di dalam museum memperkenalkan iptek mutakhir yang dipandang dari luas seperti ruang angkasa, , manusia, manufaktur dan masyarakat informasi. Miraikan memberikan kesempatan kepada para pengunjung unutk berupaya mengenal diri pribadi serta mengeksplorasi dan merealisasikan impian- impian masa depan, diri sendiri dan sesama.

Setelah berkunjung ke Miraikan, grup Nara, Hyogo dan Okayama berangkat ke Stasiun Tokyo menuju ke kota-kota tersebut dengan menggunakan Shinkansen atau Bullet Train, sedangkan grup Ehime menggunakan pesawat. Penulis tergabung ke dalam Grup Nara, dan berangkat dari Stasiun Tokyo menuju Shin Osaka Stasiun. Perjalanan dari Tokyo menuju Osaka dengan Shinkansen membutuhkan waktu 2 jam 30 menit. Setelah tiba di Osaka, perjalanan dilanjutkan ke kota Nara dengan menggunakan bus selama 50 menit.

Kota Nara pernah menjadi ibu kota Jepang, sebelum berpindah ke Kyoto dan Tokyo. Kota Nara juga memiliki 8 aset yang merupakan monument bersejarah yang telah terdaftar sebagai situs warisan dunia. Hari kamis, 26 februari 2015, perjalanan dimulai di kastil Osaka. Sebuah kastil yang dibangun sejak tahun 1583. Kastil Osaka terdaftar sebagai kekayaan budaya berwujud nasional. Kastil ini dikunjungi sekitar 1 Juta-1,3 Juta wisatawan setiap tahun. Setelah menjelajahi kastil, para peserta Jenesys 2.0 mengunjugi sebuah Industri lokal, yaitu Koran Yomiuri-Shimbun di kantor pusat Osaka. Yomiuri Shimbun adalah Koran utama Jepang yang diakui oleh The Guinness Book of Records sebagai perusahaan Koran yang memilki oplah terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Asosiasi ABC Jepang sebagai lembaga audit olah, Koran edisi pagi Yomiuri Shimbun pada bulan November 2013 mencapai oplah sebesar 10 Juta 7,440 eksemplar. Koran Yomiuri Shimbun terbit 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan sore. Yomiuri Shimbun memiliki mesin yang berkemampuan mencetak 150 ribu eksemplar per jam.

Sedangkan tempat bersejarah yang dikunjungi di kota Nara adalah kuil Todaiji. Kuil ini dibangun oleh kaisar Shomu pada tahun 743 (era Nara) dengan kekuatan nasional dan patung Buddha utama adalah Rushanabutsu yang dikenal sebagai “Nara no Daibutsu” (Patung Buddha Besar Nara). Kuil Todaiji merupakan sebagian monument bersejarah di kota kuno Nara yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO pada tahun 1998. Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan industry media, peserta Jenesys 2.0 juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa di Nara Women University dan Tenri University.

Peserta Jenesys 2.0 juga diberikan kesempatan untuk tinggal di rumah keluarga Jepang dalam program Homestay selama 3 hari 2 malam. Kegiatan Homestay merupakan salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi peserta, karena peserta mendapatkan keluarga baru, belajar budaya jepang secara langsung dan meraskan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat jepang merupakan pengalaman yang sangat berharga, meskipun sangat singkat. Keluarga Jepang memang sangat ramah dan bersahabat, sehingga memberikan kesan baik yang sangat mendalam bagi peserta Jenesys 2.0.


Kami menemukan bahwa di Jepang, media cetak seperti surat kabar masih menjadi media yang paling diminati,selain itu pemerintah Jepang sangat peduli dengan kaum disable, hal ini dibuktikan dengan fasilitas-fasilitas umum yang memberikan kemudahan bagi kaum disable sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan fasilitas umum.

Di akhir program ini, masing-masing grup mempresentasikan temuan mereka selama 8 hari berada di Jepang di depan pejabat JICE (Japan International Cooperation Center), dan perwakilan kedutaan besar Republik Indonesia di Jepang. Setelah itu, setiap kelompok juga mempresentasikan action plan atau kegiatan yang akan dilakukan setelah kembali ke Negara asal yakni melakukan promosi dalam bentuk Post Card dan menyebarkan informasi memlaui tulisan yang disatuka di tumblr. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan keunggulan Jepang. (Kartini Bahar, Peserta Jenesys 2.0 Mass Media Batch 11).

 

Last Updated on Thursday, 30 April 2015 12:30

CommunicationWeek2014, “Expectation VS Reality”

  • PDF

 

CommunicationWeek2014, “Expectation VS Reality”

Here we are, @CommWeek2014 will be held on 1-4 December 2014! There will be:

SEMINAR - Free entry!
1 desember 2014  “Menelaah media massa dari perspektif percintaan remaja”
2 desember 2014 “Masa Depan TV Digital”
Dengan 2 pembicara:
Bpk. Ir Ismail MT (direktur telekomunikasi khusus, penyiaran publik dan kewajibab universal kementrian kominfo)
Bpk. Hamdani Masil (ketua komisi penyiaran indonesia)

STANDING BAZAR

PARMAD SPORT - (futsal competition) 300.000/tim terbuka untuk seluruh kampus di jabotabek

PHOTO TELLING - (cerita di balik sebuah gambar) Free!

PRINT AD -  (iklan dalam bentuk poster) Free!

EAT ME COMPETITION - (lomba makan cepat) 15.000/org

More info:
Meliana : 081287265830
Daniel : 08999020244

or

Check out Communication Week (@CommWeek2014): https://twitter.com/CommWeek2014

or

Check out our blog:
https://komikparamadina.blogspot.com

And don’t forget to watch our teaser:
https://youtube.com/watch?v=bT-740TEhJA

Last Updated on Tuesday, 30 December 2014 11:33

Fairus PKL di SINDO TRIJAYA FM sempat Liput kedatangan ARSENAL dan bertemu Idolanya Theo Walcott

  • PDF

Fairus Perlihatkan Jersey yang ditandatangani Walcott.


Sekitar 1.000 fans Arsenal di Indonesia menyambut kedatangan tim kesayangan mereka di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (12/7/2013). Bahkan banyak pula yang datang dari luar Jakarta.

Mereka sangat berharap bisa bertemu langsung pemain idolanya dan memperoleh tanda tangan bintang-bintang Arsenal. Namun, ketatnya penjagaan membuat hanya sedikit yang beruntung mendapat tanda tangan.

Tak mudah untuk bisa mendapatkan tanda tangan para bintang. Mereka yang sempat beruntung adalah reporter dari Sindo Trijaya FM bernama fairus. Fairus adalah salah satu fans dari AESENAL yang berhasil mendapatkan tanda tangan langsung punggawa Arsenal di kostum yang mereka bawa. Yang lebih istimewa lagi, sosok yang berhasil menorehkan tanda tangan di kostumnya itu adalah sang pelatih kharismatik Arsene Wenger, pemain bintang Jack Wilshere dan Theo Walcott.


Menurut Fairus, Dia sangat tidak menyangka bisa meliput kedatangan tim kesukaannya itu, Sehari sebelum kedatangan ARSENAL dia mendapatkan berita gembira dari atasannya bahwa mendapatkan tugas untuk meliput ARSENAL. Tutur Fairus dengan ekspresi wajah yang sangat gembira dan memperlihatkan bajunya yang sudah ditanda tangani oleh tim bola paforitnya.

 

Tim Arsenal, Walcott di pojok kanan

Last Updated on Thursday, 20 November 2014 15:39

PENGABDIAN MASYARAKAT “CERDAS MENONTON TELEVISI” PRODI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PARAMADINA & PAUD NURILANG

  • PDF

 

 

 

Kamis, 13 November 2014 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di PAUD Nurilang, Tegal Parang. Kegiatan ini mengangkat tema “Cerdas Menonton Televisi”. Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00-12.00 WIB dimulai dari susunan acara mulai dari Pembukaan, Kata Sambutan, Penyampaian materi, Sharing session, Quiz keakraban, hingga sampai kepada Pembacaan doa dan Penutup.

 

Rangkaian acara tersebut berjalan dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan dipandu oleh Pembaca Acara Anggun Meilandari, SH yang merupakan Staf Akademik Dosen bagian Ilmu Komunikasi.

Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina dan PAUD Nurilang mengundang para orangtua/wali anak-anak PAUD Nurilang untuk hadir pada acara tersebut. Antusias dan semangat untuk hadir dari para orang tua/wali anak-anak terlihat mulai dari datang tepat waktu, menyambut ramah kedatangan para Dosen ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, tenang dan serius memperhatikan penyampaian materi-materi yang mengangkat tema “Cerdas Menonton Televisi tersebut.

 

 

Mengangkat tema Cerdas Menonton Televisi maka kita ketahui bahwa Televisi masih menjadi primadona dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Banyaknya stasiun televisi mendorong perkembangan di berbagai bidang termasuk dunia hiburan yang semakin lama menjadi semakin semarak. Perkembangan berita juga menuntut masyarakat untuk melek Media. Tidak dapat dipungkiri tidak selamanya beberapa acara di stasiun televisi membawa kebaikan sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai media massa penyebar informasi. Banyak tayangan dan informasi harus dicermati terlebih dahulu terutama dalam hal memberikan tayangan yang sesuai untuk anak-anak. Oleh karena itu, muncullah pertanyaan “Mengapa harus Melek Media?”. Pertanyaan tersebut terjawabkan ketika Dr. A.G Eka Wenats memberikan materi I tentang mengapa harus melek media terutama bagi orang tua dan tanpa terkecuali semua masyarakat Indonesia. Suasana keakraban, penyampaian materi yang mudah dipahami semakin menunjukkan antusias dari para semua yang hadir untuk mendengarkan materi dengan serius dan semangat.

Selanjutnya, ketika orang tua anak-anak PAUD Nurilang sedang mengikuti acara kegiatan Pengabdian Masyarakat maka anak-anak di PAUD Nurilang diajak untuk mendengarkan dongeng-dongeng lucu dari kak Rona Mentari di bantu Nabilla yang merupakan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. Anak-anak PAUD Nurilang dengan polosnya sangat memperhatikan gerak-gerik Rona dalam berdongeng hingga seolah-olah terbawa suasana dalam cerita dongeng tersebut *hurrraayyy*

Memasuki Materi II yaitu mengenai Mengobservasi Tayangan para orang tua anak-anak pun masih dengan semangat mengikuti rangkaian acara tersebut. Penyampaian materi ini langsung diberikan dari kolaborasi dosen Prodi Ilmu Komunikasi Dr. Rini Sudarmanti dan Dr. Suraya,MM. Praktek dan contoh langsung beberapa tayangan televisi diberikan dalam materi II tersebut, sehingga para orang tua bisa bersama-sama bertukar pendapat dengan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina tentang tayangan-tayangan televisi ter-update sekarang terutama kewaspadaan bagi tontonan anak-anak.

 

Setelah rangkaian acara Pengabdian Masyarakat terlaksana semoga beberapa materi yang telah disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi para tamu undangan yang hadir. aamiin.

Televisi adalah salah satu Penyebar Informasi canggih lewat Media, dari nya lah kita bisa melihat cakrawala informasi-informasi dunia!!!!

 

 

Salam,

Anggun Meilandari Admin' s IKOM

 

 

 

 

 

Last Updated on Wednesday, 19 November 2014 13:15

CONNECTING THE DOTS BERBAGI DAN MENGINSPIRASI GENERASI MAHASISWA UNIVERSITAS PARAMADINA SELANJUTNYA

  • PDF

 

Aula Nurcholis Madjid Universitas Paramadina.

Era globalisasi merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat kita hindari lagi. Sebagai negara-negara berkembang sudah seharusnya kita bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada untuk bisa memenangkan persaingan dalam pasar global. Kebutuhan sumber daya profesional dalam berbagai profes semakin tinggi, Standarisasi dalam profesionalisme dalam dunia kerjapun menjadi semakin tinggi.


Di tahun 2015 nanti Indonesia akan menghadapi persaingan pasar global yang semakin besar, berupa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau dikenal juga dengan ASEAN Forum. Dimana persaingan dengan tenaga kerja profesional asing menjadi semakin tidak terelakan. Jika kita tidak terus meningkatkan kualitas daya manusia yang ada Indonesia akan menjadi semakin jauh tertinggal.

Untuk bisa memenangkan persaingan dunia kerja dalam arena pasar global tersebut kita harus meningkatkan kualitas daya saing insan muda yang ada, salah satu bentuknya adalah dengan cara saling berbagi akan ilmu dan pengalaman dari alumni yang telah terlebihdahulu memasuki dunia kerja kepada para mahasiswa. Sehingga ketika mereka memasuki arena persaingan dunia kerja siap dalam persaingan masyarakat global.


kegiatan seminar “Connecting The Dots” yang dilaksanakan pada Kamis (6/11) mengangkat tema “Inspiring the next generation”. Tujuannya adalah memberi inspirasi, berbagi pengetahuan, skill dan sikap-sikap profesional dari para praktisi komunikasi alumni Universitas Paramadina serta mempererat koneksi antar generasi mahasiswa fakultas ilmu komunikasi Universitas Paramadina khususnya dan mahasiswa Universitas Paramadina pada umumnya.

Kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa fakultas ilmu komunikasi yang mengikuti mata kuliah Teknik Publistas bimbingan Dosen pengampu mata kuliah Henny Hariani Msi ini merupakan project class yang direncanakan dan dilaksanakan menggunakan pendekatan strategi program komunikasi.


Connecting The Dots didukung oleh narasumber yang akan berbicara langsung membuka pikiran dan pengetahuan peserta tentang pengembangan kompetensi diri di dunia profesional dan industri komunikasi, antara lain pembicaranya adalah Raditia Patriaji - CEO 360 Degree Consulting, Riki Rachman Permana - PR Coordinator Enesis Group, Nurul Ismi - Social Media Specialist Carrefour Indonesia dan Lutiana Wulandari - PR Consultant.

Contact Us :

Intan Nilam Widuri 087881200899

 

Last Updated on Friday, 07 November 2014 16:11

Yudisium dan Wisuda Ilmu Komunikasi Paramadina Oktober 2014

  • PDF

 

Program studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan Yudisium pada tanggal 09 Oktober 2014 diruang A2-4 yang dihadiri para wisudawan/wisudawati serta para dosen dan staf administrasi. Yudisium dimaknai sebagai tanda tali silahturahmi antar dosen dan mahasiswa yang sebentar lagi menjadi alumni Universitas Paramadina. Era transisi dari mahasiswa menjadi alumni dirasakan sebagai tanda perpisahan antara mahasiswa dan dosen, maka pada acara Yudisium yang berlangsung tidak dilewatkan begitu saja dari para civitas akademika Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. Wisudawan/wisudawati yang mengikuti setiap rangkaian prosesi persiapan wisuda, gladi bersih, Yudisium, sampai kepada hari Wisuda diikuti oleh 32 orang dari Program Studi Ilmu Komunikasi.

Rangkaian prosesi Yudisium berjalan dengan rasa kekeluargaan, canda tawa, dan rasa haru yang dirasakan ketika berlangsungnya acara. Setiap wisudawan/wisudawati hampir semuanya mendapatkan predikat-predikat dari para dosen guna untuk dikenang nantinya. Predikat tersebut mulai dari predikat lulusan terbaik dan lulusan tercepat didapatkan oleh Nabilla, Predikat Terbaik Skripsi Kuantitatif diperoleh oleh Asri Nuraeni, dan Predikat Terbaik Skripsi Kualitatif didapatkan oleh Intan Dewi Karlita. Selanjutnya, banyak predikat lain yang disiapkan oleh para dosen Ilmu Komunikasi untuk menambah rasa kekeluargaan dan keakraban agar bisa dikenang para wisudawan/wisudawati kelak.

Memasuki acara puncak yaitu wisuda yang diselenggarakan pada 11 Oktober 2014 , para wisudawan/wisudawati Universitas Paramadina pada umumnya menyambut dengan bangga hari bersejarah tersebut. Memakai toga dan pemindahan kuncir adalah waktu yang paling dinanti-nanti oleh para wisudawan/wisudawati. Acara wisuda ini dihadiri oleh para civitas akademika Universitas Paramadina, Orang tua/wali wisudawan/wisudawati Universitas Paramadina, dan tamu undangan lainnya. Kata sambutan dari Ketua Yayasan, Rektor, dan Deputi Rektor Bidang Akademik & Riset mengungkapkan dengan bangga atas keberhasilan yang diraih para wisudawan/wisudawati yang juga diringi dengan doa dan harapan masa depan yang lebih gemilang untuk para wisudawan/wisudawati nanti. Tertanam dalam cita-cita dan impian bahwa semua dihantarkan agar bisa sukses kelak dengan berbagai impian yang diukir dengan baik. Tidak ada batasan untuk bermimpi, dan tidak akan pernah ada impian yang sia-sia ketika kita mau mencoba. Selamat Menatap masa depan Wisudawan/Wisudawati Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Terus Berkarya dan jadi Kebanggaan untuk semua!

By: Anggun Meilandari Admin's Ikom


 

Last Updated on Friday, 21 November 2014 09:45

Page 1 of 7