b-ik.jpg
Profil Program Studi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi
img-20110608-00329.resized.jpg
Kurikulum dan Metode PengajaranKurikulum disusun untuk
tim-ik.jpg
Nama dan Asal Perguruan Tinggi Para Pengajar:   Dr. Rini

'Kreasi' Alumni Ilmu Komunikasi

  • PDF

Jakarta (21/1) - Untuk pertama kalinya alumni Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina membentuk forum almuni beberapa waktu lalu. Forum yang diinisiasi oleh dosen dan alumni tersebut diselenggarakan di Auditorium Prof. Dr. Nurcholish Madjid dan diberi nama Keluarga Besar Alumni Ilmu Komunikasi disingkat “Kreasi”.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Nurhayani Saragih menyambut baik pembentukan forum alumni "Kreasi". "Saya turut bangga dan senang alumni Ilmu Komunikasi mempunyai wadah berkumpul dan shilaturrahim. Saya harap forum ini (Kreasi) benar-benar dapat menjembatani silaturrahim keluarga besar Ilmu Komunikasi" paparnya saat sambutan di Auditorium Prof. Dr. Nurcholish Madjid.

Dalam kesempatan itu Arie Rui Hamzah, M.Si terpilih sebagai ketua “Kreasi”. Dalam sambutannya mengatakan bahwa ikatan alumni "Kreasi' akan menjadi wadah berkumpul dan berhimpun para alumni Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. "Ini (Kreasi) akan menjadi rumah berkumpul keluarga besar Ilmu Komunikasi, bukan hanya alumni tapi juga adik-adik mahasiswa Ilmu Komunikasi", katanya saat dilantik sebagai ketua Kreasi.

Agenda yang bertajuk Home Coming Day 2016 ini dihadiri oleh dosen dan staf serta alumni prodi Ilmu Komunikasi. Dalam temu alumni tersebut juga diadakan seminar wirausaha dan sharing session dimana para alumni membagi ilmu dan pengalaman mereka dalam mengahadapi tantangan dunia kerja.AQJ/ E. RAI.

UAS "Kreatif" Ilmu Komunikasi

  • PDF

Jakarta (20/01) - Jika Ujian Akhir Semester (UAS) diselenggarakan melalui ijian tertulis, prodi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina memiliki cara berbeda. Mata kuliah Komunikasi Multikultural misalnya, menyelenggarakan UAS dalam bentuk Exhibition yang bertajuk Intercultural Exhibition pada Senin (18/01).

Sekretaris program studi Ilmu Komunikasi, Tri Wahyuti, M.Si menyampaikan  bahwa bentuk UAS Komunikasi Multikultural berbeda karena mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif. “UAS ini dikemas secara berbeda, selain mahasiswa wajib memiliki pengetahuan tentang multikultural juga diharuskan kreatif dalam merepresentasikan nilai-nilai Interkultural," katanya ketika membuka acara di Auditorium Prof. Dr. Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina.

Intercultural Exhibithion merupakan agenda tahunan program studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. Event tersebut adalah bentuk Ujian Akhir Semester untuk mata kuliah Komunikasi Multikultural. Sebanyak 14 stand yang mewakili 14 negara diantaranya Arab Saudi, Portugal, Tiongkok, Jepang, India, Thailand, Korea Selatan, Inggris, Mesir, Turki, Italia, Prancis, Belanda dan Jerman.

Persembahan tarian asal India adalah salah satu penampil yang berhasil memukau audiens yang hadir dalam acara tersebut. Sementara itu penampilan teater dari Thailand tentang kisah Gajah Putih disambut tepukan gemuruh. Stand-stand berbagai negara dilengkapi asesoris dan atribut negaranya turut menyemarakkan agenda Intercultural Exhibition. Hadir pula dosen pengampu matakuliah yang bertindak sebagai Juri Kuniawaty Yusuf, M.Si, Nur Idaman, M.Si, Rahmi Nuraini, M.Si.♦ AQJ/ E.RAI

 

Selenggarakan "Cerdas Menonton TV," Pemateri Diserbu Peserta

  • PDF

"Kenapa harus cerdas dalam menonton televisi?. Demikian pertanyaan yang diajukan Tuti Jamilah salah seorang peserta sharing Cerdas Menonton Televisi yang diselenggakan oleh program studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina baru baru ini. Bertempat di Aula SDN 1 Ciheuleut, kegiatan tersebut disambut antusias oleh para guru dari SDN 1 Ciheuleut dan SDN 2 Ciheuleut Bogor Jawa Barat. Para guru yang berasal dari dua sekolah tersebut merupakan peserta "Cerdas Menonton Televisi".

Menurut ketua program studi Ilmu Komunikasi, Dr Nurhayani Saragih, kegiatan "Cerdas Menonton Televisi" adalah bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademik Universitas Paramadina.

"Cerdas Menonton Telelevisi merupakan agenda yang rutin dilakukan kampus sebagai bagian dari pengabdian masyarakat,katanya". Ditambahkannya, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengajak para orang tua dan guru guru untuk memiliki kemampuan dalam menyaring konten konten tayangan televisi yang layak untuk ditonton oleh anak anak.

Dr Suraya dan Dr Rini Sudamanti selaku narasumber, berbagi informasi tentang beberapa tayangan yang dianggap memiliki konten yang tidak sesuai untuk ditayangkan di televisi. Selain itu juga narasumber berbagi tips bagaimana cara melakukan pendampingan kepada anak anak dirumah ketika sedang menonton televisi. Materi yang disampaikan dalam kesempatan itu menarik antusiamisme peserta yang berprofesi sebagai guru dan juga sebagai ibu rumah tangga.

"Kami sebagai guru sangat senang mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya kami memantau perilaku menonton anak anak kami. Selama ini kami merasa khawatir dengan isi program tayangan televisi banyak menampilkan adegan yang tidak sesuai dengan usia anak anak". kata Dra Wiwin Wilayah MM, kepala sekolah SDN I Ciheudeut Bogor. Program sejenis diharapkan diselenggarakan secara rutin untuk mengedukasi para orang tua dan guru guru sehingga memiliki kemampuan untuk melindungi anak anak mereka dari efek negatif yang kemungkinan ditimbulkan oleh tayangan televisi.

 

RAI

Perjalanan di Negeri Sakura Melalu Jenesys 2.0 Mass Media Batch 11

  • PDF

Sejak tahun 2007-2012, dan program jenesys 2.0 merupakan kelanjutkan dari program Jenesys, yang diumumkan langsung oleh Shinzo Abe pada tanggal 18 januari 2013, saat berkunjung ke Indonesia. JICE (Japan International Corporation Center) sebagai penanggung jawab kegiatan ini, bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika. Jenesys 2.0 mengundang 10.000 pemuda Negara-negara di Asia Tenggara ke Jepang, dan mengirim 500 pemuda Jepang ke Negara- Jenesys (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth) merupakan sebuah program pertukaran pemuda yang diinisiasi oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Program Jenesys sudah terlaksana negara di Asia Tenggara. Program Jenesys 2.0 bertujuan untuk mempromosikan keunggulan teknologi dan kekuatan Jepang sebagai salah satu Negara maju yang masih mempertahankan budayanya.


100 Mahasiswa terpilih dari Indonesia, berkesempatan untuk mengunjungi Jepang selama 9 hari, yang tergabung dalam program jenesys 2.0 batch 11 media massa. 100 mahasiswa berangkat ke Jepang pada tanggal 23 Februari 2015 sampai tanggal 03 maret 2015. 100 Mahasiswa tersebut kemudian dibagi kedalam 4 grup. Masing-masing grup akan mengunjungi 4 kota yang berbeda di Jepang, yaitu Nara, Hyogo, Okayama, dan Ehime. Pada tanggal 24 Februari 2015, peserta Jenesys 2.0 Indonesia tiba di Tokyo dan melakuakn orientasi, sebelum esok harinya masing-masing grup akan meninggalkan Tokyo dan berangkat ke Nara, Hyogo, Okayama dan Ehime. Sebelum meninggalkan Tokyo pada tanggal 25 Februari 2015, Peserta Jenesys 2.0 Indonesia berkunjung ke National Museum of Emerging Science and Innovation/Miraikan, sebuah museum berkonsep pertukaran ilmu pengetahuan yang dipimpin oleh mantan astronot Jepang, Mori Mamoru. Ruang eksebisi yang terdapat di dalam museum memperkenalkan iptek mutakhir yang dipandang dari luas seperti ruang angkasa, , manusia, manufaktur dan masyarakat informasi. Miraikan memberikan kesempatan kepada para pengunjung unutk berupaya mengenal diri pribadi serta mengeksplorasi dan merealisasikan impian- impian masa depan, diri sendiri dan sesama.

Setelah berkunjung ke Miraikan, grup Nara, Hyogo dan Okayama berangkat ke Stasiun Tokyo menuju ke kota-kota tersebut dengan menggunakan Shinkansen atau Bullet Train, sedangkan grup Ehime menggunakan pesawat. Penulis tergabung ke dalam Grup Nara, dan berangkat dari Stasiun Tokyo menuju Shin Osaka Stasiun. Perjalanan dari Tokyo menuju Osaka dengan Shinkansen membutuhkan waktu 2 jam 30 menit. Setelah tiba di Osaka, perjalanan dilanjutkan ke kota Nara dengan menggunakan bus selama 50 menit.

Kota Nara pernah menjadi ibu kota Jepang, sebelum berpindah ke Kyoto dan Tokyo. Kota Nara juga memiliki 8 aset yang merupakan monument bersejarah yang telah terdaftar sebagai situs warisan dunia. Hari kamis, 26 februari 2015, perjalanan dimulai di kastil Osaka. Sebuah kastil yang dibangun sejak tahun 1583. Kastil Osaka terdaftar sebagai kekayaan budaya berwujud nasional. Kastil ini dikunjungi sekitar 1 Juta-1,3 Juta wisatawan setiap tahun. Setelah menjelajahi kastil, para peserta Jenesys 2.0 mengunjugi sebuah Industri lokal, yaitu Koran Yomiuri-Shimbun di kantor pusat Osaka. Yomiuri Shimbun adalah Koran utama Jepang yang diakui oleh The Guinness Book of Records sebagai perusahaan Koran yang memilki oplah terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Asosiasi ABC Jepang sebagai lembaga audit olah, Koran edisi pagi Yomiuri Shimbun pada bulan November 2013 mencapai oplah sebesar 10 Juta 7,440 eksemplar. Koran Yomiuri Shimbun terbit 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan sore. Yomiuri Shimbun memiliki mesin yang berkemampuan mencetak 150 ribu eksemplar per jam.

Sedangkan tempat bersejarah yang dikunjungi di kota Nara adalah kuil Todaiji. Kuil ini dibangun oleh kaisar Shomu pada tahun 743 (era Nara) dengan kekuatan nasional dan patung Buddha utama adalah Rushanabutsu yang dikenal sebagai “Nara no Daibutsu” (Patung Buddha Besar Nara). Kuil Todaiji merupakan sebagian monument bersejarah di kota kuno Nara yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO pada tahun 1998. Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan industry media, peserta Jenesys 2.0 juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa di Nara Women University dan Tenri University.

Peserta Jenesys 2.0 juga diberikan kesempatan untuk tinggal di rumah keluarga Jepang dalam program Homestay selama 3 hari 2 malam. Kegiatan Homestay merupakan salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi peserta, karena peserta mendapatkan keluarga baru, belajar budaya jepang secara langsung dan meraskan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat jepang merupakan pengalaman yang sangat berharga, meskipun sangat singkat. Keluarga Jepang memang sangat ramah dan bersahabat, sehingga memberikan kesan baik yang sangat mendalam bagi peserta Jenesys 2.0.


Kami menemukan bahwa di Jepang, media cetak seperti surat kabar masih menjadi media yang paling diminati,selain itu pemerintah Jepang sangat peduli dengan kaum disable, hal ini dibuktikan dengan fasilitas-fasilitas umum yang memberikan kemudahan bagi kaum disable sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan fasilitas umum.

Di akhir program ini, masing-masing grup mempresentasikan temuan mereka selama 8 hari berada di Jepang di depan pejabat JICE (Japan International Cooperation Center), dan perwakilan kedutaan besar Republik Indonesia di Jepang. Setelah itu, setiap kelompok juga mempresentasikan action plan atau kegiatan yang akan dilakukan setelah kembali ke Negara asal yakni melakukan promosi dalam bentuk Post Card dan menyebarkan informasi memlaui tulisan yang disatuka di tumblr. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan keunggulan Jepang. (Kartini Bahar, Peserta Jenesys 2.0 Mass Media Batch 11).

 

CommunicationWeek2014, “Expectation VS Reality”

  • PDF

 

CommunicationWeek2014, “Expectation VS Reality”

Here we are, @CommWeek2014 will be held on 1-4 December 2014! There will be:

SEMINAR - Free entry!
1 desember 2014  “Menelaah media massa dari perspektif percintaan remaja”
2 desember 2014 “Masa Depan TV Digital”
Dengan 2 pembicara:
Bpk. Ir Ismail MT (direktur telekomunikasi khusus, penyiaran publik dan kewajibab universal kementrian kominfo)
Bpk. Hamdani Masil (ketua komisi penyiaran indonesia)

STANDING BAZAR

PARMAD SPORT - (futsal competition) 300.000/tim terbuka untuk seluruh kampus di jabotabek

PHOTO TELLING - (cerita di balik sebuah gambar) Free!

PRINT AD -  (iklan dalam bentuk poster) Free!

EAT ME COMPETITION - (lomba makan cepat) 15.000/org

More info:
Meliana : 081287265830
Daniel : 08999020244

or

Check out Communication Week (@CommWeek2014): https://twitter.com/CommWeek2014

or

Check out our blog:
https://komikparamadina.blogspot.com

And don’t forget to watch our teaser:
https://youtube.com/watch?v=bT-740TEhJA

Fairus PKL di SINDO TRIJAYA FM sempat Liput kedatangan ARSENAL dan bertemu Idolanya Theo Walcott

  • PDF

Fairus Perlihatkan Jersey yang ditandatangani Walcott.


Sekitar 1.000 fans Arsenal di Indonesia menyambut kedatangan tim kesayangan mereka di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (12/7/2013). Bahkan banyak pula yang datang dari luar Jakarta.

Mereka sangat berharap bisa bertemu langsung pemain idolanya dan memperoleh tanda tangan bintang-bintang Arsenal. Namun, ketatnya penjagaan membuat hanya sedikit yang beruntung mendapat tanda tangan.

Tak mudah untuk bisa mendapatkan tanda tangan para bintang. Mereka yang sempat beruntung adalah reporter dari Sindo Trijaya FM bernama fairus. Fairus adalah salah satu fans dari AESENAL yang berhasil mendapatkan tanda tangan langsung punggawa Arsenal di kostum yang mereka bawa. Yang lebih istimewa lagi, sosok yang berhasil menorehkan tanda tangan di kostumnya itu adalah sang pelatih kharismatik Arsene Wenger, pemain bintang Jack Wilshere dan Theo Walcott.


Menurut Fairus, Dia sangat tidak menyangka bisa meliput kedatangan tim kesukaannya itu, Sehari sebelum kedatangan ARSENAL dia mendapatkan berita gembira dari atasannya bahwa mendapatkan tugas untuk meliput ARSENAL. Tutur Fairus dengan ekspresi wajah yang sangat gembira dan memperlihatkan bajunya yang sudah ditanda tangani oleh tim bola paforitnya.

 

Tim Arsenal, Walcott di pojok kanan

Page 1 of 7

Positive SSL