fbpx
Previous Next

Berita Pers

 

Jakarta, 20 Mei 2021 – Yayasan Wakaf Paramadina hari ini melantik Rektor Universitas Paramadina periode 2021 – 2025, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., bertempat di Aula Firmanzah, Gedung C, Universitas Paramadina.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, Hendro Martowardojo, mengatakan, perkembangan pesat teknologi memberikan tantangan yang dinamis terhadap kehidupan masyarakat, termasuk penyesuaian dalam bidang pendidikan, sehingga Rektor baru Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., PhD. diharapkan dapat membuat berbagai lompatan strategis bagi Universitas Paramadina.

“Peningkatan daya saing para lulusan Universitas Paramadina yang siap menghadapi tantangan globalisasi masa depan secara mandiri dan inovatif, tim dosen yang mampu meramu pembelajaran dan mentransfer ilmu dalam ruang maya maupun tatap muka secara kreatif, masalah tata kelola, akreditasi program studi, meningkatkan penelitian, publikasi, hingga membangun sinergi yang lebih erat di lingkungan internal maupun eksternal dengan jaringan nasional maupun internasional merupakan harapan capaian kedepannya dengan menerapkan nilai-nilai Paramadina yang inklusif, nilai-nilai moral dan budaya bangsa,” ujar Hendro Martowardojo.

Hendro Martowardojo berharap Prof. Didik J. Rachbini mampu mengemban tugas dengan baik dan sanggup mempertanggung jawabkan amanah yang diberikan. 

“Pada kesempatan ini pula, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Dr. Dra. Prima Naomi, M.T., selaku Pejabat Rektor sebelumnya, atas dedikasi dan suri tauladan yang baik selama memimpin Universitas Paramadina pada rentang waktu pergantian Rektor,” ujar Hendro Martowardojo.

Sekilas Yayasan Wakaf Paramadina

Yayasan Wakaf Paramadina (YWP) mempunyai visi menatap masa depan dengan kesadaran kebhinekaan sosial (pluralisme) dalam satu wadah tatanan politik yang adil, terbuka, dan demokratis. Hal ini terumuskan melalui integrasi keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan; mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; penghormatan pada harkat dan martabat manusia.  Adapun misi YWP adalah mewujudkan pusat keunggulan kajian Islam, sosial-budaya, sosial-ekonomi, sosial-politik dan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi; mengembangkan dan menerapkan metode-metode pengembangan cara berpikir efektif sehingga tumbuh perilaku warga Muslim Indonesia yang berperadaban, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok masyarakat; membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sumber daya manusia yang dihadapi oleh sektor-sektor pembangunan nasional yang strategis; mengembangkan Paramadina sebagai institusi yang berkemampuan tinggi.

-selesai-

 

 

 

Rektor Universitas Paramadina (2021 – 2025)

Profesor bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan

Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D.

 

 

Tempat & Tanggal Lahir

Pamekasan, 2 September 1960

Isteri

Prof. Dr. Yuli Retnani

Anak

Eisha Maghfiruha Rachbini, Ph.D.

Fitri Nurinsani Rachbini, M.Sc.

Imam Maulana Akbar, M.Sc. Student

 

Pendidikan

  • S1, IPB Bogor Agriculture University (Agriculture Economics and Business, 1979-983), Bogor
  • Sc. Development Studies, Central Luzon State University, the Philippines (1986-88)
  • D. Development Studies, Central Luzon State University, the Philippines (1988-91)

 

Pengalaman Kerja - Pendidikan

  • Asisten Dosen IPB Bogor (1982-1983)
  • Dosen IPB Bogor (1983-1985)
  • Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (1993-sekarang)
  • Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana (1995-1997)
  • Wakil Rektor Universitas Mercu Buana (1997-2005)
  • Ketua, Senat Universitas Paramadina, 2021-sekarang

 

Pengalaman Kerja – Non-Pendidikan

  • Peneliti LP3ES, Jakarta (1985-1992)
  • Wakil Direktur LP3ES (1992-1994)
  • Consultant FAO dan UNDP (1993-1994)
  • Direktur, Institute for Development of Economics & Finance - INDEF (1995-2000)
  • Anggota DPR-RI dan MPR-RI (1998-1999)
  • Anggota KPPU (2000-2004)
  • Anggota DPR-RI (2004-2009), Ketua Komisi VI (2004- 2008)
  • Wakil Ketua Komisi X DPR-RI (2008-2009)
  • Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina (2006-2015)
  • Ketua Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor, 2007-2012
  • Konsultan Asian Development Bank (2011-2013)
  • Anggota, Komite Ekonomi Nasional (2012 – 2014)
  • Staff Khusus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi (2014)
  • Anggota, Komisi bidang Ilmu Konstitusi (Ilmu Ekonomi Konstitusi), MPR RI (2014-sekarang)
  • Ketua Dewan Pertimbangan, Yayasan Wakaf Paramadina (2015 – sekarang)
  • Chairman, INDEF (2014-sekarang)
  • Ketua LP3ES (2018-sekarang)

Organisasi

  • ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia), Anggota 1992, Vice President 2009-2012
  • PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia), 1983-sekarang
  • ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), 1995-sekarang
  • HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), 1979-1985
  • Pengurus KADIN (Kamar Dagang Indonesia) Kepala LP3E (Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian), 2011-sekarang


Publikasi Buku dan Jurnal:

  • Rachbini, D.J. and R. Abdullah. 2020. Musuh Bangsa bernama Kesenjangan Sosial (Enemy of Nation Namely Social Inequality). Jakarta: LP3ES.
  • Rachbini, W & D. J. Rachbini. 2020. Metode Riset Ekonomi dan Bisnis (Research Method ini Business and Economics). Jakarta: Pustaka INDEF.
  • Sumarto, A.H. And D.J. Rachbini. 2020. Strategi Menguatkan Nilai Tukar Rupiah (Strategy to Strengthen Rupiah Exchange). Jakarta: INDEF
  • Rachbini, D.J. & Andi Mattalatta. 2018. Pertanahan dalam Perspektif Teori dan Konstitusi (Land in Perspective of Theory and Constitution). Jurnal Ketatanegaraan, Jakarta : Lembaga Pengkajian MPR RI
  • Rachbini,D.J. Ekonomi Pancasila. Jakarta : Lembaga Pengkajian MPR RI
  • Rachbini, D.J. 2017, Pemikiran Ekonomi Konstitusi (Thought of Economic Constitution). Jurnal Jakarta: Lembaga Pengkajian MPR RI
  • Rachbini, D.J. et. al. 2015. Kemandirian Ekonomi: Outlook 2015 (Economic Self- reliance: Outlook 2015), Jakarta: LP3E KADIN
  • Rachbini, D.J. et. al. 2014. Kepemimpinan Ekonomi Baru 2014: CatatanAwalTahun (New Economic Leadership 2014: New Year's Note), Jakarta: LP3E Kadin
  • Rachbini, D.J. et.al. 2012. Waspada Daya Saing Nasional: Outlook 2013 (Awareness of National Competitiveness: Outlook 2013), Jakarta: LP3E Kadin
  • Rachbini, D.J. 2010. Ekonomi Kelembagaan Baru(New Institutional Economics),Jakarta:MPKP,FEUI.
  • Rachbini,D.J.2004.EkonomiPolitik:Kebijakan Pembangunan (Political Economics: Development Policy).Jakarta:Obor.
  • Rachbini,D.J.2003.EkonomiPolitik:Teori Pilihan Publik (Political Economics: Public Choice Theory). Jakarta:Ghalia.
  • Rachbini,D.J.2002.Ekonomi Politik & Demokrasi Ekonomi (Political Economics and Economic Democracy).Jakarta:PTGrasindo.
  • Rachbini,D.J.2001. Ekonomi Politik Utang (Political Economics on Foreign Debt). Jakarta: INDEF.
  • Rachbini,D.J.2001.Pembangunan Ekonomi dan Sumberdaya Manusia (Economic Development and Human Resource).
  • Rachbini,D.J.&B.Arifin.2001.Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik (Political Economics and Public Policy). Jakarta; INDEF-FISIP
  • Rachbini, D.J. dan Suwidi Tono. 2000. Bank Indonesia menuju Independensi (Bank Indonesia, toward Independency). Jakarta: PT Mardi
  • Rachbini, D.J. et. al. 1999. Metode Riset Ekonomi dan Sosial (Social and Economic Research Methods). Jakarta: UMB.
  • Rachbini, D.J. 1999. Diagnosa Ekonomi dan Kebijakan Publik (Economics and Public Policy Analysis). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  • Rachbini, D.J. 1999. Growth and Private Enterprises (in R.W. Baker et. al. Indonesia Challange of Change). Singapore:
  • Rachbini, et. al. 1998. Paradigma Baru Lembaga Keuangan Mikro: Dimensi Teoritis dan Praktis Kupedes dan Simpedes BRI (New Paradigm of Micro Financial Institution: Theoritical and Practical Dimension of Kupedes and Simpedes BRI). Jakarta: INDEF-BRI.
  • Rachbini, et. al. 1997. 40 Tahun Kiprah Bank Niaga (40 Years of Bank Niaga). Jakarta: INDEF.
  • Rachbini, D.J. 1995. Risiko Pembangunan yang Dibimbing Utang (Risks of Development Directed by Foreign Debt), Jakarta:
  • Rachbini, J. 1995. Conditions and Consequences of Industrialization in Madura (in K. van Dijk, Across Madura Strait). Leiden: KITLV.
  • Rachbini, D.J. 1994. Burokatie und Wirtschaftsleben in Indonesien (in Hendra Pasuhuk& Edith Koesoemawiria, Traum der Freiheit). Cologne: OmimeeIntercltural
  • Rachbini, J. 1994. Developing a Modern and Dynamic Small-Scale Business (dalam D. Rahardjo, Small Business in the Indonesian Economy). Jakarta: The Mninitry of Cooperatives and Small Enterprises.
  • Rachbini, D.J. ed. 1994. Khasanah Pemikiran Ekonomi Indonesia (Economic Thought in Indonesia). Jakarta: PT Pustaka LP3ES.
  • Rachbini, D.J. 1994. Politik Deregulasi dan Agenda Kebijakan Ekonomi (Deregulation and Economic Policy Agenda), Jakata; Infobank.
  • Rachbini, D.J. 1995. Employment and Income Distribution in Rural West Java. Jakarta: LP3ES.
  • Rachbini, D.J. et. al. 1995. Negara dan Kemiskinan (State and Poverty). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  • Rachbini, D.J. dan A.Hamid. 1994. Ekonomi Informal Perkotaan (Urban Informal Economy). Jakarta:
  • Rachbini, D.J. 1990. Politik Pembangunan: Pemikiran ke Arah Demokrasi Ekonomi (Development Policy: Toward Economic Democratgization). Jakarta:

 

PENELITIAN:

  • Studi Kelayakan Perkebunan PT Patra Tani, Palembang (Feaseability Study: PT Patra Tani Plantation, Palembang), 1983, IPB, Bogor, Indonesia, data
  • Studi Kebijakan Pembangunan Perkebunan di Daerah Transmigrasi (Policy Study: Plantation Development in the Regions), 1984, IPB, Bogor, Indonesia.
  • Studi Pembangunan Transmigrasi, Pematang Panggang (Study on Transmigration Development, Pematang Panggang), 1985, Innerindo
  • Studi Industri Kecil di Jambi (Study of Small Industry in East Java), 1985, Jakarta:
  • Studi Gerakan Koperasi di Jatim (Study on Cooperatives Movement), 1985, Pan Asia,Jakarta.
  • Studi Potensi Pedesaan (Study on Rural Potentials), 1986,
  • Studi Program Manajemen Irigasi Kecil (study on Irrgation Management Programs), 1991, PPA,
  • Studi Kinerja BUMN (Study on Performance of State Owned Enterprises), 1991, LP3ES, Jakarta.
  • Studi Dampak Pertumbuhan Pasar Modern terhadap Pasar Tradisional (Study on Impacts of Modern Market on Traditional Market), 1992, LP3ES.
  • Study on Povertyand Informal Sector I, 1992 (LP3ES).
  • Study on Povertyand Informal Sector II, 1993 (LP3ES).
  • Studi Daya Saing Industri (Study on Competitiveness of Industry), 1993, Department of
  • Study on Innovative Approach on Entrepreneurship of Micro Enterprises),
  • Studi Evaluasi Usaha Joint Venture Pertamina (Evaluation on Pertamina’s Joint Venture companies), 1993 (Redecon).
  • Study on Productive EmploymentandIts Monitoring System, 1994 (UNDP-Bappenas).
  • Studi Profil Komoditi Ekspor Indonesia (Profile of Indonesia Export Commodities), 1995, Department of
  • Studi Industri Minyak Kelapa Sawit (Study of Palm Oil Industry), 1996, Department of
  • Prospect of Indonesian Economy, 1995 (INDEF).
  • Prospect of Indonesian Economy 1999 (INDEF).
  • Prospect of Indonesia Economy 2000 (INDEF).
  • Study of Inflation in Batam Area (Batam Authority, 2000).
  • Prospect ofIndonesianEconomy 2005 (INDEF).
  • Lingkungan Usaha di Indonesia (Business Environment in Indonesia), Kadin Indonesia (2012).
  • Subsidi Energi (Energy Subsidy), Kadin

 

Previous Next

 
 

Sekretariat Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI), Sudirman Said mengunjungi Universitas Paramadina pada hari Jum’at, 4 April 2020. Beliau memulai sambutannya dengan  mengungkapkan bahwa PMI adalah organisasi kemanusiaan yang memberikan pelayanan berkualitas melalui kerjasama dengan masyarakat dan para mitranya, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah. Menurut Sudirman Said, “Salah satu program PMI dalam situasi saat ini adalah mengajak masyarakat dan mitra PMI untuk berkolaborasi melakukan upaya penanganan Pandemi COVID-19 melalui pengadaan bantuan 1 juta Hygiene Pack untuk masyarakat tidak mampu di berbagai wilayah. Dan sesuai amanah M. Jusuf Kalla, Universitas Paramadina sebagai salah satu mitra dan tetangga terdekat dari PMI, jangan lupa diikutsertakan”.

 

Universitas Paramadina yang diwakili langsung oleh Rektor, Prof. Firmanzah, Ph.D. beserta jajaran lengkapnya, Wakil Rektor, Direktur, dan Manajer, menyambut baik ajakan PMI untuk bekerjasama dalam program PMI tersebut. “Kampus Paramadina siap menjadi Hub Program Kemanusiaan 1 Juta Hygiene Pack Palang Merah Indonesia. Selain penyediaan lokasi kampus, Paramadina juga siap untuk menggerakkan relawan dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, bahkan masyarakat yang berdomisili sekitar kampus yang memiliki hubungan baik dengan kampus, untuk ikut serta dalam program kemanusiaan ini”, sambut Rektor Universitas Paramadina. Program ini menjadi bagian dari kerjasama Universitas Paramadina dan PMI yang kesekian kalinya.

 


Menurut Sudirman Said yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2005-2006, “Kerjasama dengan Universitas Paramadina ini, akan menjadi pilot project yang akan diduplikasi dibeberapa lokasi lainnya, dan jaringan yang terbentuk dalam program simultan ini akan dikembangkan untuk program-program bantuan kemanusiaan lainnya”.

 

Universitas Paramadina dan PMI segera melakukan kolaborasi maksimal untuk merealisasikan program kemanusiaan ini. Universitas Paramadina menyediakan tempat untuk penyimpanan paket hygiene pack yang mulai didatangkan PMI pada Sabtu, 5 April 2020. Sekaligus menyediakan ruangan untuk pengemasan hygiene pack, dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku saat ini, menjaga physical distancing. Sementara proses rekruitmen relawan terbuka untuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat yang berdomisili di sekitar kampus Paramadina, mendapat respon yang cukup baik. Jadwal kehadiran setiap relawan untuk bertugas, dibatasi hanya sekali dalam seminggu.

 

Kegiatan pengemasan untuk hygiene pack direncanakan terdiri dari masker, sabun, hand sanitizer, jika memungkinkan minuman dan vitamin, dimulai Senin ini, 7 April 2020, pukul 09.00 – 15.00 WIB setiap harinya di Universitas Paramadina, Jl. Gatot Subroto Kav. 97, Mampang, Jakarta Selatan. Menurut Sudirman Said, Pramuka sebagai mitra PMI juga ikut membantu Universitas Paramadina, dalam kegiatan pengemasan hygiene pack.

 

Menghadirkan relawan ke kampus, wajib mengikuti protokoler yang telah diatur oleh PMI, yaitu pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki gerbang kampus Paramadina, penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, penggunaan sarung tangan, serta menjaga physical distancing selama proses pengemasan hygiene pack di dalam ruangan, dan ketika berada di sekitar kampus.

 

Hari pertama pelaksanaan pengemasan hygiene pack di Universitas Paramadina, M. Jusuf Kalla dan Sudirman Said menyempatkan diri berkunjung ke Universitas Paramadina untuk memantau pelaksanaan program kemanusiaan hygiene pack Penanggulangan Covid-19 Palang Merah Indonesia.

 

“Semoga upaya Universitas Paramadina dalam program kemanusiaan ini berjalan dengan sukses, dan dapat membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi Pandemi COVID-19” harapan Rektor Universitas Paramadina.

 

Informasi lebih lanjut :

Bagian Humas dan Pemasaran

Lina Angraeni

Telp. 087724428783

Previous Next

 

SIARAN PERS

 

“Indonesia and The World : Future Trajectory, Opportunities, and Challenges”

 

(Vice Presidential Lecture : Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla)

 

 

 

JAKARTA – Keberhasilan pembangunan ekonomi di Indonesia, tidak terlepas dari peran sentra para aktor kunci yang terlibat aktif dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional. Salah satu tokoh nasional tersebut adalah Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. Sejumlah jabatan strategis telah diemban, mulai dari Menteri Perdagangan dan Perindustrian (1999-2000), Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia (2001-2004), Wakil Presiden (2004-2009), Ketua Umum Palang Merah Indonesia (2009-2014), dan Wakil Presiden (2014-2019). Dalam pemerintahan saat ini, selaku Wakil Presiden RI, beliau berperan aktif dalam mengawal terlaksananya program-program pembangunan nasional. Walaupun ekonomi Indonesia saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, namun secara keseluruhan ekonomi Indonesia masih terjaga secara baik dan tetap mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Di bidang non ekonomi, kiprah beliau sangat inspiratif. Beliau terlibat aktif dalam perumusan, finalisasi dan tercapainya perjanjian perdamaian antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal tersebut menandai babak baru, tidak hanya dalam pembangunan ekonomi daerah Aceh, dan sekitarnya, tetapi juga stabilitas politik, dan keamanan Indonesia secara keseluruhan. Latar belakang beliau yang tidak hanya teknokrat, tetapi juga pengusaha, dan menduduki sejumlah jabatan penting, dan strategis, pada salah satu Partai Politik Golongan Karya (Golkar), membuat Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla adalah figur sentral, yang kaya akan tacit-knowledge, tidak hanya bagi pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan, tetapi juga penguatan stabilitas, dan keamanan Indonesia pasca reformasi.

 

Acara Vice Presidential Lecture dengan tema “Indonesia and The World : Future Trajectory, Opportunities, and Challenges” diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi yang begitu mendalam atas kiprah dan prestasi Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla untuk Indonesia. Sekaligus menjadi momentum perayaan 50-tahun keberadaan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) di Indonesia. KAS merupakan yayasan politik asal Jerman, yang memiliki lebih dari 80 cabang, dan menjalankan program di lebih dari 100 negara. Acara diselenggarakan Kamis, 17 Januari 2019, pukul 14.00 – 16.00 wib, bertempat di Ballroom Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, merupakan kerjasama Universitas Paramadina dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS).

 

Pada acara tersebut, Prof. Firmanzah, Ph.D. (Rektor Universitas Paramadina), dan Dr. Gerhard Wahlers (Wakil Sekretaris Jenderal, dan Kepala Departemen Kerjasama Internasional, dan Eropa untuk KAS) memberikan sambutan. Selanjutnya, diskusi panel, dengan pembicara Anies Baswedan Ph.D. (Gubernur DKI Jakarta), Sofyan Wanandi (Kepala Staf Khusus untuk Wakil Presiden RI), Dato’Seri Anwar Ibrahim (Presiden Partai Keadilan Rakyat, Wakil Perdana Menteri Malaysia tahun 1993 – 1998, Menteri Keuangan Malaysia tahun 1991-1998) dalam proses konfirmasi*, Chairul Tanjung, MBA. (Pendiri, dan Ketua CT Groups, Menteri Koordinator Ekonomi di Kabinet Indonesia tahun 2014). Sesi berikut adalah diskusi, dan tanya jawab yang dipandu oleh Ir. Wijayanto Samirin, MPP. (Staf Khusus Wakil Presiden Indonesia Bidang Ekonomi & Kuangan).

 

 
Tujuan yang diharapkan melalui acara ini adalah : (1) mampu memberikan pandangan dan pengalaman mengenai capaian pembangunan Indonesia, prospek, dan tantangan di masa depan dari para pakar di bidang bisnis, pemerintahan dan internasional. (2) Melalui lesson learned yang disampaikan para pembicara, tidak hanya masyarakat Indonesia yang mengambil pembelajaran berharga, tetapi masyarakat internasional dapat mempelajari pengalaman Indonesia dalam memadukan sejumlah capaian, baik di bidang ekonomi maupun stabilitas politik keamanan. (3) Para pembicara yang pernah bekerjasama dengan Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dapat berbagi pengalaman, sekaligus menyampaikan visi, dan harapan Indonesia di masa mendatang. Terutama untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. (4) Di saat tahun politik, pengalaman, dan pemikiran Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sangat penting saat ini, agar supaya para pihak yang berkontestasi selalu mengedepankan stabilitas politik, sebagai prasyarat utama pembangunan ekonomi nasional.
 
Acara ini, melibatkan sekitar 250 undangan dengan latar belakang profesi yang beragam, terdiri dari duta besar negara sahabat Indonesia, sejumlah lembaga pemerintah, asosiasi profesi dan dunia usaha, dosen dan peneliti, sejumlah perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat, kalangan media dan jurnalis, yang menjadi mitra kerjasama Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Universitas Paramadina, dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS), kantor perwakilan Indonesia dan Timur Leste.
 

 

Narahubung

 

Lina Anggraeni  (Manajer Humas Universitas Paramadina)

 

0817-6551840 | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

Previous Next

SIARAN PERS

 

World Press Freedom Day 3 Mei 2019

Berita Pemilu Didominasi Peserta Pemilu, Penyelenggara Hanya 8%

 

JAKARTA— Pemberitaan mengenai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 didominasi oleh peserta pemilu yakni sebanyak 60%. Mereka yang termasuk dalam kategori ini: kandidat calon presiden/calon wakil presiden, legislatif, partai politik (parpol), dan tim sukses. Sedangkan penyelenggara Pemilu, yakni  Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hanya menempati porsi 8% pemberitaan media atau kurang dari 10%.

Hasil Penelitian tersebut dipaparkan dalam acara Diskusi “Peran Media dalam Pemilihan Umum dan Tantangannya di tengah Era Disinformasi” dalam rangka World Press Freedom Day, di Paramadina Graduate School of Communication (PGSC), Jakarta, Rabu (2/5) dengan narasumber Ika Karlina Idris, Ph.D (Ketua Tim Peneliti PGSC) dan Malik Gismar, Ph.D (Pakar Komunikasi Politik).

“Sayangnya, dari 800 pemberitaan di media massa hanya 30% yang melakukan verifikasi terhadap pemberitaan. Sebanyak 70% pemberitaan ditulis tanpa melalui verifikasi kepada narasumber untuk menguatkan angle pemberitaan ataupun yang kontra terhadap angle pemberitaan. Padahal, pada era disinformasi seperti ini media tidak hanya berfungsi memberikan informasi (to inform) tapi juga melakukan verifikasi (to verify),” papar Ika.

Malik mengingatkan pentingnya wartawan melakukan cover both sides dalam menuliskan pemberitaan. “Cover both sides inside the truth. Media punya kewajiban men-challenge berita dengan truth, kebenaran,” tambah dia.

Setelah Pemilu, lanjutnya, justru media tidak banyak memberitakan bagaimana kinerja demokrasi. Tidak dalam wacana yang sulit untuk ditulis, tapi beberapa isu misalnya mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/ Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Misalnya media tidak pernah mengangkat secara spesifik mengenai APBN/APBD. Padahal ini penting bagi demokrasi. APBN/APBD mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), atau misalnya media mengangkat isu mengenai ketimpangan penghasilan di Indonesia,” ujarnya.

Memperingati World Press Freedom Day 2019, kebutuhan kita akan pers yang berkualitas justru semakin mendesak. “Agar masyarakat dapat berdaya, tentu kita harus lebih dulu memberdayakan pers kita. Salah satu upaya untuk menguatkan kualitas jurnalisme adalah dengan membangun pers yang berdaulat,” kata Ika.

Penelitian dilakukan terhadap 800 berita dari 7 (tujuh) media massa online yakni Kompas.com, Tempo, Vivanews, Merdeka, Okezone dan Sindonews. Penelitian dilakukan terhadap pemberitaan selama masa Pemilu berlangsung, Januari – Maret 2019 dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif.

Pada produk jurnalisme online, menurutnya, konten didominasi oleh berita ucapan atau hasil wawancara. Hampir setiap saat bisa kita temui berita yang akhirnya “dikendalikan” oleh narasumber melalui pendapat, peristiwa, ataupun aksi yang sarat akan sensasi. Politisi, konsultan strategi komunikasi, ataupun pengamat, kini dapat ikut mengontrol narasi dan agenda di media dengan pendapat dan aksi sensasional, yang seringkali tak ada faedahnya bagi masyarakat. Utamanya pada media online, kebutuhan akan konten berita akhirnya menjebak pers terseret dalam arus pemberitaan yang dikendalikan oleh pendapat pembacanya.*)

 

 

Contact Person

Tria (081212851133)

Pers Release: Insani Madina berbela rasa pada korban penyerangan Gereja Lidwina

Alimah Fauzan, perwakilan ikatan alumni pasca sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina (Insani Madina Paramadina Graduate School) Jakarta mengunjungi Romo Karl Edmund Preir, korban penyerangan terhadap jemaat gereja St. Lidwina, Sleman, di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta hari ini, Rabu (13/2).

Didampingi Hermawi Taslim, Penasehat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Alimah diantar staf humas Rumah Sakit Panti Rapih ke ruang ICU. Saat ini kondisi Romo Prier semakin membaik dan akan segera dipindahkan ke kamar perawatan.

Bela rasa kami lakukan dengan kesadaran keterbatasan kami dalam menyikapi tindak kekerasan yang menimpa Romo Prier dan sejumlah saudara sebangsa se-Tanah Air. Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir terjadi di Indonesia yang sejak awal ditakdirkan sebagai bangsa yang bhinneka.

Berbela rasa adalah ujud empati sesama manusia. Berbela rasa tidak menuntut untuk bisa memberikan solusi terhadap persoalan yang menimpa orang lain. Berbela rasa hanya menuntut kita menggunakan telinga kita untuk mendengarkan. Sikap dan tindakan intoleransi marak terjadi karena ketidakmampuan kita berbela rasa.

Dalam kesempatan tersebut, Alimah menyerahkan bingkisan beserta secarik pesan yang memberikan semangat bagi karya Romo Prier dengan mengutip kata-kata pendiri Universitas Paramadina, Nurcholish Madjid: "Pangkal keteguhan hidup adalah sikap percaya kepada Allah dan baik sangka, harapan dan positif kepada-Nya"

Algooth Putranto

Ketua Insani Madina Paramadina Graduate School

About us

Universitas Paramadina berdiri pada 10 Januari 1998, mengemban misi untuk membina ilmu pengetahuan rekayasa dengan kesadaran akhlak mulia demi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia.

Hubungi Kami

Kampus S1 & s2:
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
T. +62-21-7918-1190
F. +62-21-799-3375

E-mail: [email protected]
http://www.paramadina.ac.id 
I
G: @universitas_paramadina
FB: fb.com/paramadina

Jam

Our support hours are
available 24 hours a day
(+62) 815 918 11 88

Monday to Friday: 8:00 to 15:00
Saturday: 8:00 to 12:00
Sunday: Closed